Beranda/Paru dan Pernapasan/Middle East Respiratory Syndrome (MERS)

Infeksi Pernapasan dan Perjalanan

Middle East Respiratory Syndrome (MERS)

MERS adalah penyakit pernapasan akibat MERS-CoV yang terutama dilaporkan di atau terkait perjalanan ke Semenanjung Arab. Unta dromedaris merupakan reservoir utama dan penularan antarmanusia terjadi terutama pada kontak dekat atau fasilitas kesehatan. Gejalanya menyerupai infeksi lain, sehingga riwayat perjalanan dan paparan 14 hari terakhir sangat penting.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 15 Agustus 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Middle East Respiratory Syndrome (MERS)

Gejala dan risiko berat

Gejala biasanya muncul 5–6 hari setelah paparan, dengan rentang 2–14 hari: demam, batuk, sesak, dan sering pneumonia; diare, mual, atau muntah juga dapat terjadi. Infeksi dapat ringan atau tanpa gejala, tetapi gagal napas dan ginjal mungkin. Risiko berat lebih tinggi pada lansia, diabetes, penyakit ginjal, paru, jantung, kanker, dan imunitas lemah.

Paparan yang relevan

Risiko meningkat setelah kontak langsung dengan unta, produk atau sekret mentah, fasilitas kesehatan di wilayah terdampak, orang sakit setelah perjalanan, atau kasus terkonfirmasi. Penularan berkelanjutan di komunitas belum terbukti; wabah besar terutama terjadi di rumah sakit. Berada di bandara saja tidak otomatis berarti paparan.

Sesak setelah perjalanan atau paparan perlu dinilai tanpa menularkan orang lainHubungi layanan kesehatan segera bila demam atau gejala napas dalam 14 hari setelah paparan relevan dan jelaskan perjalanan serta kontak. Panggil ambulans bila sesak berat, bibir kebiruan, kebingungan, nyeri dada, pingsan, atau sangat lemah; informasikan dugaan MERS sebelum petugas tiba.

Hubungi sebelum datang

Bila demam, batuk, atau sesak dalam 14 hari setelah paparan relevan, pakai masker, hindari kontak, dan telepon fasilitas kesehatan atau dinas kesehatan sebelum berkunjung agar isolasi serta testing terkoordinasi. Diagnosis memerlukan molecular test dari spesimen napas; tes mandiri COVID tidak mendeteksi MERS.

Pencegahan dan terapi

Belum ada vaksin atau antiviral spesifik berlisensi; perawatan mendukung napas, cairan, organ, dan komplikasi. Cuci tangan sebelum-sesudah menyentuh unta, hindari unta sakit, susu unta mentah, urine unta, serta daging kurang matang. Orang berisiko berat sebaiknya menghindari kontak unta. Fasilitas kesehatan memakai kewaspadaan standar, kontak, dan airborne.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada World Health Organization — MERS-CoV, CDC — about MERS. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.