Paru & Pernapasan

Asma

Asma adalah penyakit saluran napas kronis yang menyebabkan batuk, mengi, sesak, dan dada terasa berat yang berubah dari waktu ke waktu. Dengan pengobatan dan rencana tindakan yang tepat, gejala biasanya dapat dikendalikan.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Asma

Mengapa saluran napas asma begitu mudah bereaksi berlebihan

Asma melibatkan tiga proses yang saling terkait: peradangan kronis saluran napas yang dipicu oleh sel imun dan zat radang (terutama IL-4, IL-5, dan IL-13) yang membuat lapisan saluran napas terus-menerus meradang dan bengkak; hiperresponsivitas jalan napas, kondisi ketika otot polos di sekitar saluran napas menjadi terlalu mudah menyempit bahkan terhadap rangsangan ringan yang tidak akan mengganggu orang tanpa asma; dan bronkokonstriksi, penyempitan otot itu sendiri yang secara langsung menghalangi aliran udara dan menimbulkan sesak serta mengi.

Bila peradangan ini dibiarkan aktif bertahun-tahun tanpa terkendali, saluran napas dapat mengalami perubahan struktural permanen (remodeling) — dinding saluran napas menebal, otot polos membesar, dan pembuluh darah bertambah banyak, membuat penyempitan menjadi lebih sulit dibalikkan bahkan dengan obat pelega. Inilah mengapa obat kortikosteroid inhalasi (pengontrol) yang menekan peradangan mendasar jauh lebih penting untuk pemakaian jangka panjang dibanding obat pelega yang hanya mengatasi penyempitan otot sesaat — mengandalkan pelega saja membiarkan peradangan terus merusak struktur saluran napas secara diam-diam.

Gejala dan pemicu

Gejala dapat memburuk malam atau dini hari, saat olahraga, infeksi, udara dingin, asap, polusi, debu, tungau, serbuk sari, hewan, atau paparan kerja. Tidak semua mengi adalah asma.

Serangan asma beratSulit berbicara atau berjalan karena sesak, bibir kebiruan atau pucat, tarikan dinding dada, mengantuk, peak flow zona merah, atau obat pelega tidak membantu membutuhkan layanan darurat segera.

Diagnosis

Dokter menilai pola gejala dan dapat melakukan spirometri dengan tes respons bronkodilator, peak flow berulang, atau tes lain. Pada anak kecil, diagnosis sering berdasarkan pola dan respons terhadap terapi karena tes napas sulit dilakukan.

Inhaler pengontrol dan pelega

Kortikosteroid inhalasi mengurangi peradangan dan risiko serangan. Obat pelega membuka saluran napas sesuai rencana, tetapi kebutuhan yang sering menandakan kontrol buruk. Teknik inhaler dan spacer perlu diperiksa secara berkala.

Rencana tindakan tertulis

Rencana asma menjelaskan obat harian, tanda memburuk, langkah saat serangan, dan kapan mencari bantuan. Hindari rokok dan vape, kelola pemicu yang terbukti, serta jangan menghentikan pengontrol karena merasa membaik tanpa arahan.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC: Living with asthma, CDC: Emergency, Nature — mechanisms and therapeutic strategies of asthma. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.