Paru dan Pernapasan

Atelektasis

Atelektasis berarti alveoli pada sebagian atau seluruh paru tidak mengembang. Ini bukan sama dengan pneumotoraks, meski udara di luar paru dapat menjadi salah satu penyebab paru tertekan dan keduanya dapat terjadi bersamaan.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Atelektasis

Mengapa kantung udara bisa kolaps tanpa kebocoran udara

Ketika jalan napas tersumbat oleh lendir, benda asing, atau tumor, udara yang sudah terperangkap di alveolus di belakang sumbatan itu perlahan diserap masuk ke aliran darah lewat proses pertukaran gas normal, sementara tidak ada udara segar yang bisa masuk menggantikannya karena jalurnya tersumbat. Begitu semua gas dalam alveolus tersebut habis diserap, dinding alveolus yang tidak lagi terisi udara akan mengempis dan saling menempel — inilah mekanisme atelektasis akibat sumbatan, yang berbeda dari pneumotoraks karena tidak ada udara yang bocor keluar dari paru, hanya udara yang "habis diserap" dari dalam kantung yang tertutup.

Atelektasis juga bisa terjadi tanpa sumbatan sama sekali: setelah operasi, napas yang dangkal karena nyeri membuat sebagian alveolus tidak pernah mengembang penuh, sementara surfaktan (zat licin yang menjaga alveolus tetap terbuka) berfungsi kurang optimal pada area yang jarang mengembang, membuat alveolus tersebut lebih mudah kolaps akibat tegangan permukaannya sendiri. Inilah mengapa latihan napas dalam dan bergerak sedini mungkin setelah operasi begitu ditekankan — keduanya secara langsung melawan kedua mekanisme ini dengan memastikan alveolus tetap mengembang dan surfaktan tersebar merata.

Penyebab

Setelah operasi, napas dangkal, nyeri, sedasi, dan lendir dapat menyumbat jalan napas. Benda asing, tumor, sumbatan lendir pada asma atau fibrosis kistik, cairan pleura, pneumotoraks, dan tekanan dari massa juga dapat menyebabkan. Atelektasis kecil kadang tanpa gejala.

Sesak mendadak adalah keadaan daruratKe IGD bila sulit bernapas, bibir kebiruan, nyeri dada mendadak, batuk darah, kebingungan, pingsan, atau saturasi rendah. Setelah operasi, demam, napas cepat, dan sesak baru harus segera dilaporkan.

Gejala dan diagnosis

Sesak, napas cepat, batuk, nyeri dada, kadar oksigen rendah, atau demam dapat terjadi tetapi tidak spesifik. Pemeriksaan dan rontgen dada melihat kehilangan volume; CT atau bronkoskopi dipakai bila penyebab tidak jelas atau sumbatan dicurigai.

Terapi

Pengobatan menargetkan penyebab: mengendalikan nyeri, mobilisasi dini, posisi dan fisioterapi dada, batuk efektif, alat latihan napas, pengisapan lendir, atau bronkoskopi. Antibiotik hanya untuk infeksi bakteri; operasi atau terapi tumor dipilih bila ada sumbatan struktural.

Pencegahan setelah operasi

Bangun dan bergerak sedini yang diizinkan, latihan napas dalam dan batuk, serta kontrol nyeri membantu paru mengembang. Gunakan spirometer insentif bila diajarkan tim dan ikuti targetnya; meniup balon bukan pengganti instruksi klinis dan dapat tidak aman pada kondisi tertentu.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada MSD Manual, StatPearls — Atelectasis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.