Paru-paru

Aspergilosis

Aspergilosis adalah kelompok penyakit akibat jamur Aspergillus yang sporanya umum di lingkungan. Kebanyakan orang menghirup spora tanpa sakit, tetapi orang dengan penyakit paru atau imunitas lemah dapat mengalami alergi, penyakit kronis, aspergilloma, atau infeksi invasif.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Aspergilosis

Mengapa jamur yang sama menyebabkan penyakit yang sangat berbeda

Spora Aspergillus ada di mana-mana di udara dan dihirup hampir setiap orang setiap hari tanpa menimbulkan masalah pada orang dengan sistem imun sehat. Bentuk penyakit yang muncul justru ditentukan sepenuhnya oleh cara sistem imun bereaksi terhadapnya: pada orang dengan asma atau fibrosis kistik yang cenderung alergi, sistem imun bereaksi berlebihan lewat jalur alergi (melibatkan sel Th2 dan zat seperti IL-4, IL-5) yang menyebabkan ABPA — peradangan alergi, bukan infeksi sesungguhnya. Sebaliknya, pada orang dengan sistem imun yang justru melemah (setelah transplantasi, kemoterapi, atau neutropenia), pertahanan yang seharusnya membunuh spora yang terhirup menjadi terlalu lemah, sehingga jamur dapat benar-benar menginvasi jaringan paru dan pembuluh darah lewat jalur peradangan berbeda (melibatkan sel Th1 dan Th17).

Inilah mengapa spektrum penyakit Aspergillus begitu luas meski disebabkan jamur yang sama — bukan variasi keganasan jamurnya, melainkan variasi respons imun inangnya. Perubahan status imun seseorang (misalnya mulai memakai steroid dosis tinggi untuk mengobati ABPA, atau berkembangnya diabetes yang menekan imun) bahkan dapat menggeser penyakit dari satu bentuk ke bentuk lain, menjelaskan mengapa penentuan jenis infeksi dan status imun pasien harus dipastikan sebelum memilih terapi yang tepat.

Bentuk penyakit

ABPA adalah reaksi alergi terutama pada asma atau cystic fibrosis. Aspergilloma merupakan kumpulan jamur di rongga paru lama. Aspergilosis paru kronis berkembang berbulan-bulan pada paru yang sudah rusak. Bentuk invasif menyerang jaringan dan pembuluh, terutama setelah transplantasi, neutropenia, kemoterapi, atau steroid dosis tinggi.

Pasien imunitas lemah perlu bertindak cepatCari pertolongan segera untuk demam menetap, sesak memburuk, nyeri dada, batuk darah, kebingungan, kejang, atau kelemahan baru—terutama saat neutrofil rendah, setelah transplantasi, kemoterapi, atau steroid dosis tinggi.

Gejala

Batuk dan sesak umum pada beberapa bentuk. Mengi atau asma sulit terkontrol mengarah ke alergi; berat badan turun, lelah dan batuk darah dapat terjadi pada penyakit kronis; demam yang tidak membaik dengan antibiotik, nyeri dada, batuk darah, atau gejala saraf pada pasien imunitas lemah mencurigakan infeksi invasif.

Diagnosis

CT dada, kultur atau pemeriksaan dahak, antigen atau antibodi Aspergillus, bronkoskopi, dan biopsi dipilih sesuai tipe. Satu kultur positif tidak selalu berarti penyakit karena kolonisasi mungkin terjadi. Jenis infeksi dan status imun harus ditentukan sebelum terapi.

Pengobatan dan pencegahan

Antijamur seperti golongan azole digunakan pada banyak bentuk, tetapi obat, dosis, durasi, interaksi, fungsi hati, dan resistensi perlu diawasi. Steroid digunakan untuk bentuk alergi namun berbahaya bila infeksi invasif tidak terkendali. Orang berisiko tinggi perlu mengikuti saran pusat transplantasi atau kanker mengenai debu renovasi, kompos, dan jamur.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC, CDC — infeksi jamur invasif, PMC — Aspergillus march from ABPA to invasive aspergillosis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.