Jenis dan faktor risiko
Diabetes dan hipertensi adalah penyebab CKD utama, tetapi penyakit glomerulus, autoimun, genetik, infeksi, batu dan sumbatan juga penting. AKI dapat dipicu dehidrasi berat, sepsis, perdarahan, obat, kontras tertentu atau sumbatan. Risiko lebih tinggi pada penyakit jantung, keluarga dengan gagal ginjal, usia lanjut dan riwayat AKI; jumlah minum sedikit saja bukan penjelasan universal.
Dua tes inti
Creatinine darah digunakan menghitung eGFR, sedangkan urine albumin-to-creatinine ratio (UACR) mendeteksi kebocoran protein. CKD umumnya memerlukan eGFR di bawah 60 atau tanda kerusakan seperti albuminuria yang menetap lebih dari tiga bulan. Urinalysis, elektrolit, darah lengkap dan ultrasound mencari penyebab. Satu hasil abnormal saat sakit atau dehidrasi perlu konfirmasi.
Melindungi fungsi ginjal
Kontrol tekanan darah dan gula, berhenti merokok, aktivitas serta berat sehat, dan pengobatan penyebab memperlambat kerusakan. ACE inhibitor/ARB dan obat lain digunakan sesuai albuminuria, diabetes, kalium dan eGFR. Diet natrium, protein, kalium atau fosfor harus individual bersama dietitian; pembatasan berlebihan dapat menyebabkan malnutrisi. Dialisis diputuskan dari gejala dan komplikasi, bukan satu angka saja.
Obat dan pemantauan
NSAID seperti ibuprofen dapat memicu atau memperburuk cedera ginjal, terutama saat dehidrasi atau bersama obat tertentu. Jamu, suplemen dan obat bebas tidak otomatis aman, dan banyak dosis perlu disesuaikan. Pantau eGFR, UACR, tekanan, kalium, anemia dan kesehatan tulang sesuai stadium. Hindari menghentikan obat resep sendiri saat sakit; minta sick-day plan.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIDDK — CKD tests and diagnosis, NIDDK — managing CKD, National Kidney Foundation — acute kidney injury. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



