Beranda/Ginjal dan Saluran Kemih/Cedera Ginjal Akut (AKI)

Ginjal dan Saluran Kemih

Cedera Ginjal Akut (AKI)

Cedera ginjal akut atau acute kidney injury (AKI) adalah penurunan fungsi ginjal dalam jam hingga hari. Kondisi ini sering merupakan komplikasi penyakit lain dan perlu dicari penyebabnya dengan cepat; istilah lama yang sering digunakan adalah gagal ginjal akut.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Cedera Ginjal Akut (AKI)

Mengapa obat pereda nyeri biasa bisa memperparah AKI saat dehidrasi

AKI dikelompokkan dokter menjadi tiga jalur berbeda menurut lokasi masalahnya: aliran darah yang tidak cukup mencapai ginjal (prerenal, misalnya akibat dehidrasi atau tekanan darah rendah), kerusakan langsung pada jaringan ginjal itu sendiri (intrinsik, misalnya akibat racun atau peradangan), atau sumbatan aliran urine setelah ginjal (postrenal, misalnya akibat batu atau pembesaran prostat). Ketiga jalur ini penting dibedakan karena penanganannya sangat berbeda—memberi cairan pada penyebab prerenal membantu, tetapi memberi cairan berlebihan pada penyebab intrinsik atau postrenal justru bisa memperburuk keadaan.

Salah satu contoh paling penting dari kelompok prerenal adalah mengapa NSAID seperti ibuprofen berbahaya saat tubuh kekurangan cairan: dalam kondisi dehidrasi, ginjal secara alami melebarkan pembuluh darah kecil yang masuk ke ginjal (arteriol aferen) dengan bantuan zat prostaglandin, sebagai cara mempertahankan aliran darah ke ginjal meski tekanan darah tubuh sedang rendah. NSAID justru menghambat produksi prostaglandin ini, sehingga mekanisme pertahanan alami tersebut hilang tepat saat paling dibutuhkan—menjelaskan mengapa mengonsumsi ibuprofen saat sedang diare, muntah, atau demam tinggi (semua kondisi yang membuat tubuh kekurangan cairan) bisa memicu AKI pada orang yang sebelumnya sehat, bukan hanya pada orang dengan penyakit ginjal sebelumnya.

Penyebab utama

Aliran darah ke ginjal dapat turun karena dehidrasi, perdarahan, tekanan darah rendah, gagal jantung, atau sepsis. Kerusakan langsung dapat terjadi karena infeksi, peradangan, racun, kontras, atau obat tertentu; batu, prostat, dan tumor dapat menyumbat aliran urine.

AKI dapat memburuk cepatKe IGD bila hampir tidak kencing, sesak atau berbusa dari mulut, bengkak cepat, nyeri dada, jantung berdebar, kelemahan berat, mengantuk atau bingung, kejang, muntah terus, sepsis, atau tidak mampu minum.

Gejala bisa samar

Urine berkurang, bengkak, mual, lemah, mengantuk, sesak, atau kebingungan dapat muncul, tetapi sebagian kasus ditemukan hanya melalui kenaikan kreatinin. Pemeriksaan mencakup darah, urine, keseimbangan cairan, obat, dan USG bila dicurigai sumbatan.

Penanganan sesuai penyebab

Terapi dapat berupa cairan bila kekurangan volume, antibiotik dan kontrol sumber pada sepsis, membuka sumbatan, serta menyesuaikan obat dan dosis. Cairan berlebihan juga berbahaya, sehingga tidak semua pasien AKI harus banyak minum atau mendapat infus.

Obat dan pemulihan

NSAID seperti ibuprofen dapat memperburuk risiko, terutama saat muntah, diare, atau dehidrasi. Jangan menghentikan obat tekanan darah atau diuretik sendiri; minta rencana sick-day dari klinisi. Dialisis sementara diperlukan bila kalium, asam, cairan, atau racun tidak terkendali.

Mencari bantuan di IndonesiaBawa semua obat resep, obat bebas, jamu, dan hasil laboratorium. Setelah pulih, minta pemeriksaan ulang kreatinin dan urine karena AKI meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, StatPearls — Acute Kidney Injury. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.