Beranda/Kesehatan Mental/Insomnia (Gangguan Tidur)

Tidur dan Kesehatan Mental

Insomnia (Gangguan Tidur)

Insomnia adalah kesulitan tidur meski ada waktu dan lingkungan yang memadai, disertai dampak pada siang hari. Insomnia kronis terjadi sedikitnya tiga malam per minggu selama lebih dari tiga bulan; terapi kognitif-perilaku untuk insomnia atau CBT-I adalah pilihan pertama.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Insomnia (Gangguan Tidur)

Cari pola dan penyebab

Stres, depresi, kecemasan, nyeri, refluks, menopause, obat, kafein, alkohol, kerja shift, dan kebiasaan tidur dapat berperan. Mendengkur keras, henti napas, kaki tidak nyaman, tidur mendadak, atau fase mania memerlukan penilaian khusus, bukan sekadar obat tidur.

Diagnosis

Catatan tidur selama satu hingga dua minggu membantu mencatat waktu di tempat tidur, perkiraan tertidur, terbangun, bangun pagi, tidur siang, zat, dan fungsi siang. Pemeriksaan tidur tidak rutin untuk insomnia, tetapi dipakai bila dicurigai apnea, gangguan gerak, atau diagnosis lain.

Mengantuk dan perubahan mental dapat berbahayaJangan mengemudi bila mengantuk. Cari bantuan segera bila tidak tidur disertai pikiran bunuh diri, kebingungan, halusinasi, perilaku sangat impulsif atau berenergi berlebihan, sesak saat tidur, nyeri dada, atau tertidur mendadak saat aktivitas.

CBT-I

Program 6–8 minggu menggabungkan pengaturan waktu di tempat tidur, kontrol stimulus, koreksi kekhawatiran tentang tidur, relaksasi, dan edukasi. Bangun pada waktu tetap dan keluar dari tempat tidur bila lama terjaga membantu menghubungkan tempat tidur dengan tidur. Pembatasan waktu tidur sebaiknya dipandu pada kondisi tertentu.

Obat dan kebiasaan

Kamar gelap dan sejuk, aktivitas siang, serta menghindari kafein, nikotin, alkohol, dan layar menjelang tidur mendukung terapi tetapi sering tidak cukup sendiri. Obat dipilih untuk durasi terbatas setelah menimbang jatuh, ketergantungan, gangguan napas, interaksi, kehamilan, dan usia; antihistamin bukan solusi rutin jangka panjang.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHLBI, NHLBI — overview. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.