Beranda/Kesehatan Mental/ADHD (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas)

Tumbuh Kembang dan Mental

ADHD (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas)

Istilah ADD kini termasuk ADHD presentasi dominan kurang perhatian. ADHD adalah kondisi perkembangan saraf dengan pola kurang perhatian dan/atau hiperaktif-impulsif yang menetap, muncul sejak masa anak, terjadi di lebih dari satu situasi, dan mengganggu fungsi.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel ADHD (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas)

Bukan sekadar aktif atau malas

Kesulitan mengatur tugas, lupa, kehilangan barang, mudah terdistraksi, sulit menunggu, menyela, atau bergerak berlebihan harus dinilai sesuai usia dan budaya. Gejala kadang tidak terlihat pada aktivitas yang sangat menarik, tetapi tetap memengaruhi sekolah, rumah, pertemanan, atau keselamatan.

Diagnosis menyeluruh

Tidak ada satu tes darah, pemindaian, atau kuis daring yang memastikan ADHD. Klinisi mengumpulkan riwayat dari anak, orang tua, dan sekolah, memakai skala terstandar, memeriksa penglihatan dan pendengaran, serta menilai tidur, kecemasan, depresi, trauma, autisme, kesulitan belajar, bahasa, tics, dan kondisi medis.

Keselamatan mental tetap utamaCari bantuan segera bila anak membicarakan bunuh diri, menyakiti diri atau orang lain, mengalami halusinasi, sangat agresif, pingsan, nyeri dada, atau kejang. Dampingi dan batasi akses ke sarana berbahaya bila aman.

Dukungan dan terapi

Struktur rutin, instruksi singkat, pemecahan tugas, jeda gerak, penguatan positif, pelatihan orang tua, intervensi kelas, dan dukungan belajar membantu. Untuk anak prasekolah, pelatihan orang tua dalam manajemen perilaku adalah langkah awal. Pada usia sekolah, terapi perilaku dan obat sering dikombinasikan sesuai kebutuhan.

Obat dan pemantauan

Stimulan dan nonstimulan dapat mengurangi gejala tetapi bukan obat untuk memaksa anak patuh. Dokter memantau nafsu makan, pertumbuhan, tidur, tekanan darah, denyut, suasana hati, dan manfaat fungsi. Jangan membagi obat, mengubah dosis sendiri, atau membeli stimulan tanpa resep.

Mencari bantuan di IndonesiaMinta sekolah mencatat situasi, pemicu, kekuatan, dan dukungan yang sudah dicoba—bukan hanya label “nakal”. Evaluasi dapat dimulai melalui dokter anak tumbuh kembang, psikiater anak, atau psikolog klinis.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC — diagnosis, CDC — terapi. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.