Hormon dan Ginjal

Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus menyebabkan produksi urine encer dalam jumlah sangat banyak dan rasa haus ekstrem karena tubuh kekurangan vasopresin atau ginjal tidak meresponsnya. Kondisi ini tidak sama dengan diabetes melitus dan tidak disebabkan gula darah tinggi.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Diabetes Insipidus

Mengapa urine bisa keluar hingga belasan liter sehari

Ginjal normalnya menyerap kembali sebagian besar air yang disaring lewat saluran khusus bernama aquaporin-2 di dinding tubulus ginjal, dan saluran ini hanya terbuka ketika hormon vasopresin (ADH) menempel pada reseptornya. Pada diabetes insipidus tipe defisiensi, otak tidak lagi memproduksi cukup vasopresin sehingga saluran aquaporin-2 jarang terbuka; pada tipe resistansi, vasopresin masih ada tetapi ginjal tidak lagi merespons sinyalnya dengan baik. Kedua jalur ini berujung pada hasil yang sama: air yang seharusnya diserap kembali justru terus terbuang lewat urine.

Karena mekanisme penyerapan air ini nyaris sepenuhnya bergantung pada sinyal vasopresin-aquaporin, gangguannya dapat menghasilkan urine yang sangat encer dalam volume luar biasa besar—mulai dari sekitar 2 liter sehari pada kasus ringan hingga lebih dari 10-15 liter sehari pada kasus berat, jauh melampaui produksi urine normal sekitar 1-2 liter sehari. Volume sebesar ini menjelaskan mengapa rasa haus pada diabetes insipidus begitu ekstrem dan mengapa penderita harus terus-menerus minum siang dan malam hanya untuk mengimbangi air yang hilang, bukan sekadar kebiasaan minum berlebihan.

Jenis dan penyebab

Arginine vasopressin deficiency dapat terjadi setelah operasi otak, cedera kepala, tumor, peradangan, atau tanpa sebab jelas. Arginine vasopressin resistance berasal dari gangguan ginjal, obat seperti lithium, gangguan elektrolit, atau genetik. Kehamilan dapat memicu bentuk sementara yang langka.

Jangan membatasi air atau mengubah desmopressin sendiriKe IGD bila tidak mampu memperoleh atau menahan cairan, urine mendadak sangat banyak, sakit kepala berat, muntah, kebingungan, mengantuk, kram, kejang, atau baru operasi hipofisis dengan perubahan haus dan urine.

Gejala

Pasien sering mengeluarkan urine pucat dalam volume besar siang dan malam serta terus haus. Bayi dapat rewel, sulit tumbuh, demam, atau dehidrasi. Jika akses air terganggu, natrium dapat naik dan menyebabkan lemah, kebingungan, kejang, atau koma.

Diagnosis

Dokter memastikan volume urine, menilai gula, natrium, fungsi ginjal, serta konsentrasi darah dan urine. Tes deprivasi air atau stimulasi khusus hanya dilakukan dengan pengawasan karena berisiko dehidrasi. MRI dan tes hormon lain mungkin diperlukan bila penyebab dari hipofisis dicurigai.

Pengobatan yang berbeda menurut jenis

Desmopressin mengganti vasopresin pada tipe defisiensi tetapi biasanya tidak mengatasi resistansi ginjal. Terapi tipe resistansi menargetkan penyebab, obat, asupan garam atau protein, dan obat tertentu. Kelebihan desmopressin serta minum berlebihan dapat menyebabkan natrium terlalu rendah.

Mencari bantuan di IndonesiaSimpan kartu atau catatan diagnosis dan dosis desmopressin. Saat dirawat, segera beri tahu petugas karena terlambat obat atau akses air dapat berbahaya.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, Society for Endocrinology, NIDDK — Diabetes Insipidus. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.