Ginjal dan Penyakit Autoimun

Lupus Nefritis

Lupus nefritis adalah kerusakan ginjal akibat peradangan pada SLE. Penyakit dapat diam-diam ditemukan dari protein atau darah pada urine sebelum fungsi ginjal turun. Diagnosis dan terapi dini membantu melindungi ginjal; pemeriksaan berkala tetap diperlukan bahkan ketika gejala lupus lain tenang.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Lupus Nefritis

Mengapa ginjal bisa rusak diam-diam sebelum urine berbusa atau bengkak terasa

Pada lupus, antibodi anti-dsDNA yang menyerang DNA tubuh sendiri membentuk gumpalan kompleks imun bersama DNA tersebut, dan gumpalan ini mengalir lewat darah hingga tersangkut di membran penyaring halus ginjal (glomerulus). Begitu tersangkut, gumpalan ini mengaktifkan sistem komplemen—bagian dari sistem imun yang seharusnya melawan infeksi—yang kemudian menarik sel-sel peradangan menuju jaringan ginjal dan mulai merusaknya dari dalam.

Proses pengendapan dan peradangan ini dapat berlangsung bertahap tanpa menimbulkan gejala yang terasa sama sekali pada tahap awal—penelitian menemukan sebagian pasien dengan lupus nefritis ringan hingga sedang ternyata sudah menunjukkan kerusakan nyata pada biopsi ginjal meski hasil tes darah dan urine standar masih tampak relatif normal atau hanya sedikit berubah. Inilah sebabnya pemeriksaan urine sederhana secara rutin—bukan menunggu muncul urine berbusa, bengkak, atau tekanan darah tinggi—begitu ditekankan pada lupus, karena kerusakan berarti pada ginjal bisa saja sedang berlangsung diam-diam justru saat gejala lupus di organ lain terasa tenang.

Tanda dan skrining

Urine berbusa, darah pada urine, bengkak kaki, wajah atau tangan, berat naik karena cairan, tekanan darah tinggi, dan berkurangnya kencing dapat muncul, tetapi banyak pasien tidak bergejala. Urinalisis, rasio protein-kreatinin atau koleksi urine, kreatinin dan eGFR, tekanan darah, komplemen, dan anti-dsDNA membantu mendeteksi aktivitas.

Sesak, bengkak cepat, atau kencing sangat sedikit adalah daruratKe IGD bila kencing sangat berkurang, sesak terutama saat berbaring, bengkak cepat, nyeri dada, kebingungan, kejang, tekanan darah sangat tinggi dengan gejala, demam saat immunosuppressed, atau muntah dan diare yang menyebabkan dehidrasi. Hubungi tim bila urine berbusa atau tekanan darah memburuk.

Biopsi memandu kelas dan terapi

Biopsi ginjal mengonfirmasi lupus nefritis, menentukan pola atau kelas, dan membedakan peradangan yang masih dapat diobati dari jaringan parut. Hasil digabung dengan jumlah protein, fungsi ginjal, urine sediment, penyakit lain, dan preferensi. Biopsi ulang kadang dipertimbangkan bila respons tidak sesuai atau keputusan terapi tidak jelas.

Induksi dan pemeliharaan

Terapi awal menekan peradangan dengan glucocorticoid dan obat seperti mycophenolate atau cyclophosphamide; belimumab atau calcineurin inhibitor dapat ditambahkan pada situasi tertentu. Setelah respons, terapi pemeliharaan mengurangi kekambuhan. Regimen dipilih menurut kelas, berat, fertilitas, kehamilan, infeksi, akses, dan efek samping; pemantauan darah serta urine wajib.

Lindungi ginjal

Kontrol tekanan darah dan proteinuria dengan obat penghambat RAS bila sesuai, batasi garam, hindari merokok dan NSAID tanpa arahan, atur berat serta risiko jantung, dan jangan memakai jamu yang tidak jelas. Beberapa obat menyebabkan cacat janin; kontrasepsi dan rencana kehamilan harus dibicarakan. Dialisis atau transplantasi tersedia bila gagal ginjal terjadi.

Mencari bantuan di IndonesiaPemantauan dapat dimulai melalui penyakit dalam atau reumatologi dan memerlukan kolaborasi nefrologi. Pemeriksaan urine sederhana tetap penting karena ginjal dapat meradang sebelum muncul keluhan.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, PMC — Decipher the Immunopathological Mechanisms of Lupus Nephritis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.