Bagaimana virus ini bisa memicu kanker
Dari sekitar 200 jenis HPV yang diketahui, hanya 12 tipe yang tergolong risiko tinggi untuk kanker, dengan HPV tipe 16 dan 18 sebagai yang paling berbahaya. Pada infeksi yang menetap, virus ini memproduksi dua protein bernama E6 dan E7 yang bekerja merusak sistem pertahanan alami sel: E6 menghancurkan protein p53 yang seharusnya menghentikan sel rusak agar tidak membelah, sementara E7 melumpuhkan protein Rb yang mengerem siklus pembelahan sel. Ketika kedua rem ini lumpuh bersamaan, sel yang terinfeksi dapat membelah tanpa kendali dan lama-kelamaan berubah menjadi kanker.
Karena HPV menular lewat kontak kulit di area genital, anus, dan mulut-tenggorokan, virus ini dapat memicu kanker di berbagai lokasi, bukan hanya serviks: HPV bertanggung jawab atas sekitar 91% kanker serviks, 91% kanker anus, 70% kanker orofaring (pangkal lidah dan amandel), 75% kanker vagina, dan 69% kanker vulva. Inilah mengapa vaksinasi HPV memberi perlindungan yang jauh lebih luas daripada sekadar mencegah kanker serviks semata.
Infeksi sering tanpa gejala
Kutil kelamin biasanya berasal dari tipe risiko rendah dan berbeda dari tipe utama penyebab kanker. Tes positif tidak menunjukkan kapan atau dari siapa infeksi didapat; HPV dapat baru terdeteksi setelah bertahun-tahun dan bukan bukti perselingkuhan.
Vaksin mencegah, bukan mengobati
Vaksin HPV paling efektif sebelum paparan seksual dan menjadi prioritas pada usia sekolah sesuai program nasional, tetapi beberapa orang yang lebih tua juga dapat memperoleh manfaat menurut usia dan risiko. Vaksin tidak menghilangkan infeksi atau kutil yang sudah ada.
Skrining tetap diperlukan
Orang dengan serviks mengikuti jadwal skrining nasional menggunakan tes HPV, sitologi, atau metode lain menurut usia dan kondisi, termasuk bila sudah divaksin. Hasil positif tidak otomatis berarti kanker; tindak lanjut menentukan apakah perlu pengulangan, kolposkopi, atau terapi prakanker.
Kurangi risiko
Kondom menurunkan tetapi tidak menghapus risiko karena kulit di luar area kondom dapat terpapar. Berhenti merokok, vaksinasi, skrining, dan pengobatan lesi prakanker mencegah komplikasi. Tidak ada obat yang membersihkan virus; kutil dan perubahan sel dapat diterapi.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO, NCI — HPV and Cancer. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



