Mengapa HIV sangat sulit disembuhkan total
HIV menyerang sel CD4, sel imun yang seharusnya memimpin perlawanan tubuh terhadap infeksi, dengan menyisipkan materi genetiknya langsung ke dalam DNA sel tersebut menggunakan enzim reverse transcriptase. Begitu tersisipkan, sebagian sel CD4 yang terinfeksi tidak langsung memproduksi virus baru, melainkan "tidur" sebagai reservoir laten yang tidak terlihat oleh sistem imun maupun obat antiretroviral, sambil virus terus menghancurkan sel CD4 aktif lainnya sehingga sistem imun perlahan melemah.
Reservoir laten inilah yang menjelaskan mengapa terapi antiretroviral, meski sangat efektif menekan virus hingga tidak terdeteksi dalam darah, belum bisa menyembuhkan HIV secara total — begitu obat dihentikan, sel-sel yang tertidur ini dapat aktif kembali dan memicu virus bereplikasi lagi. Reservoir ini sangat stabil, dengan model matematis memperkirakan waktu paruhnya sekitar 3,7 tahun pada tahun-tahun awal terapi, dan bahkan satu sel yang masih menyimpan virus laten secara teoritis cukup untuk menyalakan kembali infeksi. Inilah sebabnya terapi antiretroviral harus diminum konsisten seumur hidup, bukan sekadar sampai gejala hilang.
Penularan dan yang tidak menularkan
HIV dapat menular melalui darah, semen, cairan vagina atau rektum, dan ASI. HIV tidak menular melalui pelukan, bersalaman, berbagi makanan, toilet, gigitan nyamuk, atau interaksi sehari-hari.
Tes dan masa jendela
Tes cepat mempermudah pemeriksaan, tetapi hasil reaktif memerlukan konfirmasi sesuai algoritma nasional. Paparan baru dapat berada dalam masa jendela; jenis tes dan waktu paparan menentukan kapan tes perlu diulang.
Pengobatan dan U=U
Terapi antiretroviral sebaiknya dimulai segera setelah diagnosis dan diminum konsisten. Orang yang mencapai serta mempertahankan viral load tidak terdeteksi tidak menularkan HIV melalui hubungan seksual—prinsip U=U—dan tetap memerlukan pemantauan.
Pencegahan
Kondom, tes HIV dan IMS, alat suntik steril, PrEP sebelum paparan, serta pengobatan pasangan dengan HIV menurunkan risiko. PEP harus dimulai secepat mungkin setelah paparan berisiko dan umumnya tidak lebih dari 72 jam; jangan menunggu gejala.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada World Health Organization, ScienceDirect — targeting the latent reservoir for HIV-1. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



