Mengapa sepsis bukan sekadar infeksi yang parah
Sepsis terjadi bukan karena bakteri itu sendiri yang merusak organ, melainkan karena sistem imun tubuh kehilangan kendali dalam meresponsnya. Dalam kondisi normal, sistem imun melepaskan zat pembawa pesan (sitokin) secukupnya untuk melawan infeksi lalu meredakannya kembali. Pada sepsis, pelepasan sitokin menjadi berlebihan dan tidak terkendali — sebuah "badai sitokin" yang justru merusak pembuluh darah dan jaringan sehat di seluruh tubuh, menyebabkan kebocoran cairan dari pembuluh darah, penggumpalan darah yang salah tempat, dan akhirnya kegagalan berbagai organ.
Inilah mengapa bakteremia (bakteri di aliran darah) tidak selalu berujung sepsis, dan sebaliknya sepsis kadang muncul meski kultur darah negatif — yang menentukan sepsis bukan seberapa banyak bakterinya, melainkan seberapa liar respons imun tubuh terhadapnya. Karena kerusakan terjadi lewat respons tubuh sendiri, bukan sekadar racun bakteri, penanganan sepsis membutuhkan lebih dari sekadar antibiotik — dukungan cairan, tekanan darah, dan fungsi organ diberikan bersamaan untuk menahan dampak dari respons imun yang berlebihan sambil menunggu antibiotik bekerja.
Dari mana bakteri berasal
Pneumonia, infeksi saluran kemih atau ginjal, kulit, perut, kateter, luka, gigi, dan katup jantung dapat menjadi sumber. Risiko meningkat pada bayi kecil, lansia, pasien imunitas lemah, alat medis dalam tubuh, dan setelah prosedur tertentu.
Bakteremia bukan selalu sepsis
Kultur darah positif perlu ditafsirkan bersama gejala karena bakteri kulit dapat mencemari sampel. Sepsis adalah respons berbahaya terhadap infeksi dengan gangguan organ; kultur dapat negatif pada sebagian sepsis. Demam, menggigil, napas cepat, tekanan turun, bingung, atau urine berkurang membuat situasi lebih mendesak.
Pemeriksaan
Dua atau lebih set kultur darah biasanya diambil sebelum antibiotik bila tidak menunda terapi darurat. Tes darah, urine, pencitraan, dan kultur dari lokasi lain mencari sumber dan dampak organ. Identifikasi spesies serta uji kepekaan membantu mempersempit antibiotik.
Pengobatan
Antibiotik intravena awal dipilih berdasarkan sumber, kondisi pasien, dan pola resistensi lalu disesuaikan hasil kultur. Kateter terinfeksi, abses, batu yang menyumbat, atau jaringan terinfeksi mungkin perlu diangkat atau dikeringkan. Durasi bergantung pada bakteri, sumber, komplikasi, dan apakah kultur sudah bersih.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC — sepsis, MedlinePlus — kultur darah, Nature — immune dysregulation in sepsis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



