Beranda/Infeksi/Bakteremia

Infeksi

Bakteremia

Bakteremia berarti bakteri ditemukan dalam aliran darah. Kondisi ini dapat sementara dan tanpa gejala, tetapi juga dapat berasal dari infeksi serius dan memicu sepsis—respons ekstrem tubuh yang menyebabkan disfungsi organ.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Bakteremia

Mengapa sepsis bukan sekadar infeksi yang parah

Sepsis terjadi bukan karena bakteri itu sendiri yang merusak organ, melainkan karena sistem imun tubuh kehilangan kendali dalam meresponsnya. Dalam kondisi normal, sistem imun melepaskan zat pembawa pesan (sitokin) secukupnya untuk melawan infeksi lalu meredakannya kembali. Pada sepsis, pelepasan sitokin menjadi berlebihan dan tidak terkendali — sebuah "badai sitokin" yang justru merusak pembuluh darah dan jaringan sehat di seluruh tubuh, menyebabkan kebocoran cairan dari pembuluh darah, penggumpalan darah yang salah tempat, dan akhirnya kegagalan berbagai organ.

Inilah mengapa bakteremia (bakteri di aliran darah) tidak selalu berujung sepsis, dan sebaliknya sepsis kadang muncul meski kultur darah negatif — yang menentukan sepsis bukan seberapa banyak bakterinya, melainkan seberapa liar respons imun tubuh terhadapnya. Karena kerusakan terjadi lewat respons tubuh sendiri, bukan sekadar racun bakteri, penanganan sepsis membutuhkan lebih dari sekadar antibiotik — dukungan cairan, tekanan darah, dan fungsi organ diberikan bersamaan untuk menahan dampak dari respons imun yang berlebihan sambil menunggu antibiotik bekerja.

Dari mana bakteri berasal

Pneumonia, infeksi saluran kemih atau ginjal, kulit, perut, kateter, luka, gigi, dan katup jantung dapat menjadi sumber. Risiko meningkat pada bayi kecil, lansia, pasien imunitas lemah, alat medis dalam tubuh, dan setelah prosedur tertentu.

Curigai sepsisKe IGD segera bila infeksi disertai bingung, sulit dibangunkan, napas cepat atau sesak, kulit pucat atau berbintik dan dingin, denyut sangat cepat, tekanan turun, nyeri ekstrem, atau jarang kencing. Sepsis tidak aman ditunggu di rumah.

Bakteremia bukan selalu sepsis

Kultur darah positif perlu ditafsirkan bersama gejala karena bakteri kulit dapat mencemari sampel. Sepsis adalah respons berbahaya terhadap infeksi dengan gangguan organ; kultur dapat negatif pada sebagian sepsis. Demam, menggigil, napas cepat, tekanan turun, bingung, atau urine berkurang membuat situasi lebih mendesak.

Pemeriksaan

Dua atau lebih set kultur darah biasanya diambil sebelum antibiotik bila tidak menunda terapi darurat. Tes darah, urine, pencitraan, dan kultur dari lokasi lain mencari sumber dan dampak organ. Identifikasi spesies serta uji kepekaan membantu mempersempit antibiotik.

Pengobatan

Antibiotik intravena awal dipilih berdasarkan sumber, kondisi pasien, dan pola resistensi lalu disesuaikan hasil kultur. Kateter terinfeksi, abses, batu yang menyumbat, atau jaringan terinfeksi mungkin perlu diangkat atau dikeringkan. Durasi bergantung pada bakteri, sumber, komplikasi, dan apakah kultur sudah bersih.

Mencari bantuan di IndonesiaJangan menggunakan sisa antibiotik. Kultur yang tepat dan terapi lengkap membantu mencegah kegagalan pengobatan serta resistensi.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC — sepsis, MedlinePlus — kultur darah, Nature — immune dysregulation in sepsis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.