Beranda/Infeksi/Ascariasis

Infeksi

Ascariasis

Ascariasis adalah infeksi cacing gelang Ascaris lumbricoides. Telurnya keluar bersama tinja, matang di tanah, lalu tertelan melalui tangan, air, atau makanan yang tercemar—bukan menular langsung dari batuk atau menyentuh orang yang terinfeksi.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Ascariasis

Mengapa infeksi cacing ini begitu tersebar luas

Ascariasis termasuk infeksi cacing yang paling umum di dunia, dengan perkiraan sekitar 446 juta hingga 819 juta orang terinfeksi secara global, terutama anak usia sekolah yang cenderung membawa jumlah cacing lebih banyak dibanding orang dewasa. Skala penyebaran yang begitu besar ini terjadi karena siklus hidup cacing sangat efisien memanfaatkan sanitasi yang buruk: telur cacing yang keluar bersama tinja dapat bertahan hidup di tanah selama bertahun-tahun sebelum akhirnya tertelan lewat tangan, air, atau sayuran yang tercemar, sehingga satu sumber pencemaran tanah dapat terus menulari banyak orang selama bertahun-tahun.

Karena penularannya bergantung penuh pada siklus tanah-tangan-mulut ini, program pemberian obat cacing massal di daerah endemis hanya membasmi cacing yang sudah ada di dalam tubuh tanpa mengubah tanah yang sudah tercemar telur, sehingga infeksi ulang tetap mungkin terjadi bila sanitasi dan kebersihan tidak diperbaiki bersamaan — inilah mengapa obat cacing rutin saja tidak pernah cukup untuk memutus rantai penularan tanpa perbaikan sanitasi dasar.

Perjalanan cacing dan gejala

Larva menetas di usus, bergerak melalui hati dan paru, lalu kembali ke usus menjadi cacing dewasa. Infeksi ringan sering tanpa gejala. Saat larva di paru dapat terjadi batuk atau mengi; infeksi berat menyebabkan nyeri perut, gangguan gizi dan pertumbuhan, atau cacing terlihat pada tinja.

Curigai sumbatan atau komplikasiKe IGD bila nyeri perut hebat, perut membesar, muntah hijau atau terus-menerus, tidak bisa buang angin atau tinja, kuning, demam dengan nyeri kanan atas, sesak, atau cacing keluar disertai kondisi anak memburuk.

Komplikasi

Beban cacing tinggi, terutama pada anak, dapat menyumbat usus. Cacing juga dapat masuk ke saluran empedu atau pankreas dan menyebabkan nyeri hebat, kuning, atau radang organ. Jangan menarik paksa cacing yang tampak keluar dari mulut atau hidung.

Diagnosis dan pengobatan

Telur dapat ditemukan melalui pemeriksaan tinja; pencitraan digunakan bila dicurigai sumbatan atau cacing masuk ke saluran empedu. Obat cacing resep biasanya efektif dalam satu hingga tiga hari, tetapi pilihan dan waktu perlu disesuaikan pada kehamilan, anak sangat kecil, atau komplikasi.

Pencegahan

Cuci tangan dengan sabun setelah toilet dan sebelum menyiapkan makanan, cuci dan kupas atau masak sayur-buah, gunakan jamban, serta hindari air atau tanah tercemar tinja. Program pemberian obat massal mengurangi beban di daerah endemis tetapi tidak menggantikan sanitasi dan kebersihan.

Mencari bantuan di IndonesiaJangan mengulang obat cacing di luar jadwal tanpa menilai usia, berat badan, kehamilan, dan penyebab keluhan. Bawa foto atau sampel cacing dalam wadah tertutup bila aman untuk membantu identifikasi.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC, CDC — perawatan klinis, PMC — global prevalence of Ascaris infection. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.