Penyebab sangat beragam
Gastroenteritis, keracunan makanan, migrain, mabuk gerak, kehamilan, alkohol, ganja, obat, refluks, dan nyeri berat sering memicu. Appendicitis, sumbatan usus, radang pankreas atau kandung empedu, infeksi berat, ketoasidosis diabetes, cedera kepala, tekanan otak, racun, dan serangan jantung perlu dipertimbangkan dari gejala penyerta.
Ganti cairan perlahan
Gunakan oralit atau cairan bening dalam teguk kecil tetapi sering. Bila muntah, berhenti sebentar lalu mulai lagi lebih pelan; minum banyak sekaligus dapat memicu muntah ulang. Setelah cairan bertahan, kembali ke porsi kecil makanan biasa yang mudah diterima. Hindari alkohol, makanan sangat berlemak, dan minuman sangat manis saat diare.
Pantau dehidrasi
Tanda dehidrasi meliputi haus, mulut kering, urine gelap atau sangat jarang, pusing saat berdiri, mata cekung, lemah, dan kebingungan. Bayi, lansia, ibu hamil, dan orang dengan diabetes atau penyakit ginjal lebih cepat bermasalah. Oralit mengganti air dan garam lebih tepat daripada minuman energi atau soda.
Obat harus sesuai penyebab
Antiemetik dapat membantu pada situasi tertentu tetapi memiliki efek samping, interaksi, dan pembatasan usia atau kehamilan. Jangan memakai antibiotik, obat antimabuk, atau obat antidiare secara otomatis. Jangan memancing muntah setelah menelan racun; hubungi layanan kegawatdaruratan atau pusat informasi keracunan.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada MedlinePlus — nausea and vomiting in adults. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



