Gejala Pencernaan

Muntah

Muntah adalah refleks yang mengeluarkan isi lambung secara paksa dan merupakan gejala, bukan diagnosis. Satu atau dua episode sering membaik, tetapi muntah berulang dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan elektrolit. Warna muntah, nyeri, demam, obat, kemungkinan hamil, serta kemampuan mempertahankan cairan membantu menentukan penyebab dan urgensi.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 15 Agustus 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Muntah

Penyebab sangat beragam

Gastroenteritis, keracunan makanan, migrain, mabuk gerak, kehamilan, alkohol, ganja, obat, refluks, dan nyeri berat sering memicu. Appendicitis, sumbatan usus, radang pankreas atau kandung empedu, infeksi berat, ketoasidosis diabetes, cedera kepala, tekanan otak, racun, dan serangan jantung perlu dipertimbangkan dari gejala penyerta.

Ganti cairan perlahan

Gunakan oralit atau cairan bening dalam teguk kecil tetapi sering. Bila muntah, berhenti sebentar lalu mulai lagi lebih pelan; minum banyak sekaligus dapat memicu muntah ulang. Setelah cairan bertahan, kembali ke porsi kecil makanan biasa yang mudah diterima. Hindari alkohol, makanan sangat berlemak, dan minuman sangat manis saat diare.

Muntah darah, hijau, atau disertai nyeri hebat adalah tanda bahayaKe IGD bila muntah darah atau seperti bubuk kopi, muntah hijau dengan perut kembung, nyeri perut atau dada hebat, kaku leher, sakit kepala mendadak, kebingungan, pingsan, gejala stroke, cedera kepala, dugaan racun, atau tidak mampu mempertahankan cairan dengan urine sangat sedikit.

Pantau dehidrasi

Tanda dehidrasi meliputi haus, mulut kering, urine gelap atau sangat jarang, pusing saat berdiri, mata cekung, lemah, dan kebingungan. Bayi, lansia, ibu hamil, dan orang dengan diabetes atau penyakit ginjal lebih cepat bermasalah. Oralit mengganti air dan garam lebih tepat daripada minuman energi atau soda.

Obat harus sesuai penyebab

Antiemetik dapat membantu pada situasi tertentu tetapi memiliki efek samping, interaksi, dan pembatasan usia atau kehamilan. Jangan memakai antibiotik, obat antimabuk, atau obat antidiare secara otomatis. Jangan memancing muntah setelah menelan racun; hubungi layanan kegawatdaruratan atau pusat informasi keracunan.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada MedlinePlus — nausea and vomiting in adults. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.