Penyebab yang umum
Infeksi lambung-usus, keracunan makanan, refluks, migrain, vertigo, perjalanan, nyeri berat, kehamilan, kemoterapi, obat diabetes atau obesitas tertentu, opioid, dan penggunaan ganja dapat memicu. Appendicitis, sumbatan usus, pankreatitis, serangan jantung, tekanan otak, keracunan, serta gangguan gula atau elektrolit lebih jarang tetapi penting.
Cegah dehidrasi
Minum cairan bening atau oral rehydration solution dalam teguk kecil dan sering; bila muntah, tunggu sebentar lalu coba lagi perlahan. Saat mampu, pilih porsi kecil, makanan hambar, dan hindari sangat berlemak, pedas, alkohol, serta bau kuat. Jangan memaksakan makanan padat, tetapi jangan menjalani diet sangat terbatas berhari-hari.
Obat mengikuti penyebab
Obat antimual memiliki efek samping dan tidak semuanya aman untuk anak, kehamilan, gangguan irama jantung, glaukoma, atau obat lain. Jangan memakai antibiotik atau kombinasi obat mabuk secara sembarang dan jangan menghentikan obat resep sendiri. Mual yang dimulai setelah obat baru perlu dibicarakan dengan prescriber.
Kapan diperiksa
Periksa bila mual berlangsung lebih dari 48 jam, muntah berulang, berat turun, demam, sakit kepala, nyeri perut, atau tidak kencing sekitar delapan jam. Anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan diabetes, penyakit ginjal, atau imunitas lemah dapat mengalami dehidrasi lebih cepat.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada MedlinePlus — nausea and vomiting in adults. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



