Pencernaan

Akalasia

Akalasia adalah gangguan langka ketika gerakan kerongkongan melemah dan katup menuju lambung tidak membuka dengan baik. Akibatnya, makanan atau minuman dapat tertahan dan kembali ke mulut.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Akalasia

Mengapa sfingter esofagus 'lupa cara membuka'

Akalasia terjadi karena kerusakan progresif pada sel-sel saraf (ganglion) di pleksus myenteric—jaringan saraf di dinding esofagus yang bertugas memberi sinyal 'relaks' pada sfingter esofagus bawah agar terbuka saat makanan tiba. Pada akalasia, saraf penghambat inilah yang rusak lebih dulu secara selektif, sehingga sinyal untuk membuka sfingter tidak pernah sampai—ia tetap tertutup rapat meski makanan sudah menumpuk di atasnya.

Penelitian mengarah pada proses autoimun yang mendasarinya, mungkin dipicu infeksi virus tertentu di masa lalu. Kerusakan ini bersifat progresif, menjelaskan mengapa gejala biasanya memburuk bertahap dari kesulitan menelan ringan menjadi semakin berat seiring waktu tanpa terapi.

Gejala yang perlu diperiksa

Keluhan khasnya adalah sulit menelan makanan padat maupun cair, makanan belum tercerna naik kembali, batuk atau tersedak saat makan, nyeri dada, dan berat badan turun. Kesulitan menelan yang menetap harus diperiksa karena keluhan serupa juga dapat disebabkan penyakit lain.

Cari pertolongan segeraKe IGD bila makanan benar-benar tersangkut, tidak dapat menelan ludah, sesak atau tersedak berat, muntah darah, nyeri dada hebat, atau muncul demam dan sesak setelah tersedak.

Bagaimana diagnosis ditegakkan

Dokter dapat melakukan endoskopi untuk melihat kerongkongan dan menyingkirkan sumbatan, pemeriksaan telan barium untuk menilai aliran makanan, serta manometri untuk mengukur tekanan dan koordinasi otot kerongkongan.

Pilihan pengobatan

Terapi bertujuan membantu katup bawah kerongkongan terbuka. Pilihannya dapat berupa pelebaran dengan balon, suntikan botulinum, pemotongan otot melalui operasi Heller atau prosedur endoskopi POEM, dan obat tertentu sebagai bantuan sementara. Pilihan disesuaikan dengan tipe akalasia, usia, kondisi kesehatan, dan fasilitas.

Makan lebih aman dan tindak lanjut

Makan perlahan, kunyah sampai halus, pilih tekstur yang mudah ditelan, minum sesuai anjuran tim, dan tetap tegak setelah makan. Bila berat badan menurun, minta penilaian gizi. Refluks dapat muncul setelah terapi sehingga gejala dan respons pengobatan tetap perlu dipantau.

Mencari bantuan di IndonesiaDi Indonesia, evaluasi biasanya dimulai di dokter umum atau penyakit dalam dan dapat dirujuk ke konsultan gastroenterologi. Peserta JKN dapat mengikuti alur rujukan dari FKTP, kecuali dalam keadaan gawat darurat.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, UCLH NHS Foundation Trust, Pathophysiology of achalasia (Annals of Esophagus). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.