Pencernaan

Abses Anus

Abses anus atau anorektal adalah kantong nanah di sekitar anus atau rektum. Kondisi ini jarang sembuh sendiri dan antibiotik saja biasanya tidak cukup tanpa mengeluarkan nanah.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Abses Anus

Mengapa kelenjar kecil di anus bisa memicu abses

Sebagian besar abses anus bermula dari infeksi kelenjar anal kecil yang secara alami terletak di dalam dinding saluran anus, berfungsi menghasilkan pelumas untuk membantu buang air besar. Ketika kelenjar ini tersumbat—oleh feses, lendir kental, atau alasan lain—bakteri yang biasanya hidup normal di usus dapat berkembang biak di dalam kelenjar yang tersumbat itu, membentuk kantong nanah yang meluas ke jaringan sekitar anus atau rektum.

Memahami asal abses dari kelenjar internal ini menjelaskan mengapa antibiotik saja jarang cukup: nanah yang terkumpul di ruang tertutup itu (rongga abses) tidak dapat dijangkau efektif oleh aliran darah tempat antibiotik bekerja, sehingga drainase fisik—membuka dan mengeluarkan nanah—tetap menjadi penanganan utama yang tidak tergantikan obat.

Gejala yang umum

Nyeri berdenyut yang menetap, benjolan merah atau nyeri, nyeri saat duduk atau buang air besar, keluarnya nanah, demam, dan menggigil dapat terjadi. Abses yang lebih dalam tidak selalu terlihat dari luar.

Periksa segeraDemam atau menggigil, nyeri yang cepat memburuk, kemerahan menyebar, sulit buang air kecil, sangat lemas, kebingungan, atau diabetes dengan gula sulit terkontrol memerlukan pertolongan segera.

Pemeriksaan dan pengobatan

Dokter memeriksa area anus dan kadang menggunakan USG, CT, atau MRI untuk abses yang dalam. Penanganan utama adalah membuka dan mengalirkan nanah; antibiotik diberikan pada keadaan tertentu, misalnya infeksi menyebar atau daya tahan tubuh lemah.

Setelah drainase

Ikuti petunjuk perawatan luka, gunakan pereda nyeri sesuai arahan, jaga feses tetap lunak dengan cairan dan serat bila sesuai, serta datang kontrol. Jangan memencet, menusuk, atau mengoleskan bahan iritatif pada benjolan.

Risiko fistula dan kekambuhan

Sebagian abses dapat membentuk saluran abnormal yang disebut fistula ani. Cairan berulang, luka yang tidak menutup, atau abses berulang perlu dinilai oleh dokter bedah; penyakit Crohn dan diabetes juga dapat memengaruhi risiko.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada MedlinePlus, NHS: Anal fistula. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.