Beranda/Infeksi/Bruselosis

Zoonosis

Bruselosis

Bruselosis adalah infeksi bakteri zoonotik dari sapi, kambing, domba, babi, atau anjing. Manusia tertular terutama melalui susu dan keju tidak dipasteurisasi, kontak dengan darah atau jaringan kelahiran hewan, atau aerosol kerja; penularan antarmanusia sangat jarang.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Bruselosis

Mengapa mudah kambuh dan perlu terapi berminggu-minggu

Bakteri Brucella memiliki kemampuan unik untuk masuk dan bertahan hidup di dalam sel imun (makrofag) yang seharusnya menghancurkannya — alih-alih dibunuh, bakteri ini membentuk kantong pelindung di dalam sel dan mengubah metabolisme sel inang agar mendukung kelangsungan hidupnya sendiri, sekaligus menghindari sinyal yang biasanya memicu sel untuk mati bersama bakteri di dalamnya. Karena bersembunyi di dalam sel tubuh sendiri, bakteri ini terlindung dari antibodi dan sebagian antibiotik yang sulit menembus ke dalam sel dengan konsentrasi cukup.

Inilah mengapa pengobatan dengan hanya satu jenis antibiotik sering gagal menuntaskan infeksi dan menyebabkan kekambuhan — bakteri yang tertinggal di dalam sel dapat kembali aktif begitu terapi dihentikan terlalu dini. Kombinasi dua atau lebih antibiotik yang bekerja lewat mekanisme berbeda selama beberapa minggu diperlukan untuk memberi peluang lebih baik menjangkau bakteri di berbagai kompartemen dalam sel, menjelaskan mengapa bruselosis tidak bisa diobati seperti infeksi bakteri biasa yang cukup dengan antibiotik tunggal dalam waktu singkat.

Gejala

Demam yang naik-turun, keringat malam berbau khas, lelah, nyeri sendi atau punggung, sakit kepala, hilang nafsu makan, dan berat turun dapat muncul setelah satu minggu hingga beberapa bulan. Infeksi dapat mengenai tulang, sendi, jantung, saraf, hati, atau organ reproduksi dan kambuh bila terapi tidak memadai.

Komplikasi memerlukan rumah sakitCari pertolongan segera bila demam disertai nyeri dada, sesak, pingsan, sakit kepala hebat, leher kaku, kelemahan, kebingungan, nyeri punggung berat, atau kehamilan. Beri tahu dokter tentang susu mentah dan kontak hewan.

Siapa yang berisiko

Peternak, dokter hewan, pekerja rumah potong, pemburu, laboratorium, dan orang yang menangani plasenta atau janin hewan berisiko. Minum susu segar mentah atau makan keju yang tidak dipasteurisasi adalah sumber penting. Memasak daging dan pasteurisasi susu mencegah penularan pangan.

Diagnosis

Riwayat pangan, perjalanan, pekerjaan, dan hewan harus disampaikan. Kultur darah atau jaringan dan serologi digunakan; laboratorium perlu diberi tahu karena kultur Brucella berisiko menginfeksi petugas. Antibiotik sebelum kultur dapat menurunkan hasil.

Pengobatan

Kombinasi antibiotik selama beberapa minggu diperlukan untuk mengurangi kekambuhan; regimen berbeda pada anak, kehamilan, endokarditis, atau infeksi saraf. Jangan mengobati sendiri dengan satu antibiotik. Kontrol setelah terapi penting karena gejala dapat kembali.

Mencari bantuan di IndonesiaKasus suspek sebaiknya dikoordinasikan dengan puskesmas atau dinas kesehatan dan layanan kesehatan hewan karena pengendalian sumber pada ternak melindungi komunitas.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO, PMC — mechanism of chronic intracellular Brucella infection. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.