Mengapa hati yang rusak membuat tubuh 'salah membaca' volume darahnya sendiri
Pada sirosis, jaringan parut di hati menghambat aliran darah normal melaluinya, meningkatkan tekanan di pembuluh darah portal (hipertensi portal). Tubuh merespons dengan melebarkan pembuluh darah di rongga perut (splanchnic vasodilation) lewat pelepasan nitrat oksida berlebih—perubahan yang secara paradoks membuat ginjal 'merasa' seolah volume darah efektif berkurang, meski total cairan tubuh sebenarnya normal atau berlebih.
Ginjal yang 'tertipu' ini kemudian mengaktifkan sistem hormon (renin-angiotensin-aldosteron) yang biasanya bekerja saat tubuh benar-benar kekurangan cairan, memicu retensi natrium dan air besar-besaran sebagai kompensasi yang keliru. Ditambah tekanan portal yang tinggi mendorong cairan limfe hati keluar melebihi kapasitas pembuluh limfatik menampungnya, cairan pun merembes dan menumpuk di rongga perut. Rangkaian mekanisme inilah yang menjelaskan mengapa pengobatan asites tidak sesederhana 'mengeluarkan cairan'—penyebabnya adalah gangguan regulasi cairan seluruh tubuh, bukan sekadar kebocoran lokal, sehingga pembatasan natrium dan diuretik yang menyasar retensi ini menjadi terapi inti.
Gejala
Perut membesar atau terasa tegang, berat badan naik cepat, cepat kenyang, mual, sesak, dan bengkak tungkai dapat terjadi. Asites bukan sekadar lemak atau kembung; perubahan ukuran perut yang menetap perlu diperiksa.
Mencari penyebab
Dokter menilai penyakit hati, jantung, ginjal, infeksi, kanker, obat, dan konsumsi alkohol. Pemeriksaan darah, urine, USG atau CT membantu. Pada asites baru atau memburuk, parasentesis mengambil cairan dengan jarum untuk menghitung sel, mengukur protein, kultur, dan tes lain agar penyebab serta infeksi dapat dinilai.
Pengobatan
Terapi diarahkan pada penyebab. Pada sirosis, pembatasan natrium dan obat diuretik sering digunakan dengan pemantauan berat, tekanan, natrium, kalium, dan ginjal. Cairan yang sangat banyak dapat dikeluarkan melalui parasentesis; albumin, TIPS, terapi kanker atau TB, dan transplantasi hati dipertimbangkan sesuai kondisi.
Pemantauan sehari-hari
Timbang berat dan ukur lingkar perut pada waktu yang sama, catat sesak serta bengkak, dan ikuti batas garam atau cairan dari tim. Hindari jamu, obat antiinflamasi seperti ibuprofen, atau perubahan dosis diuretik tanpa arahan karena dapat memperburuk ginjal dan perdarahan pada penyakit hati.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIDDK — pengobatan sirosis, Ascites and Hepatorenal Syndrome: Pathophysiology and Management (Mayo Clinic Proceedings). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



