Mengapa sfingter esofagus 'lupa cara membuka'
Akalasia terjadi karena kerusakan progresif pada sel-sel saraf (ganglion) di pleksus myenteric—jaringan saraf yang tertanam di dinding esofagus dan bertugas mengoordinasikan gelombang kontraksi yang mendorong makanan turun serta memberi sinyal 'relaks' pada sfingter esofagus bawah agar terbuka saat makanan tiba. Pada akalasia, saraf penghambat (inhibitor) inilah yang secara selektif rusak lebih dulu, sehingga sinyal untuk membuka sfingter tidak pernah sampai—sfingter tetap tertutup rapat meski makanan sudah menumpuk di atasnya.
Penelitian mengarah pada proses autoimun sebagai penyebab yang mendasari: sistem imun tubuh diduga secara keliru menyerang sel saraf ini, mungkin dipicu infeksi virus tertentu di masa lalu (herpes simpleks tipe 1 adalah salah satu yang diduga). Kerusakan ini bersifat progresif—semakin lama kondisi berlangsung tanpa terapi, semakin banyak sel ganglion yang hilang, yang menjelaskan mengapa gejala cenderung memburuk bertahap dari kesulitan menelan ringan menjadi tidak mampu menelan sama sekali.
Gejala
Sulit menelan makanan padat dan cair yang perlahan memburuk, makanan tidak tercerna kembali, batuk atau tersedak malam hari, nyeri dada, rasa panas, infeksi dada berulang, dan berat badan turun dapat terjadi.
Penting menyingkirkan penyebab lain
Gangguan menelan juga dapat disebabkan penyempitan atau kanker. Endoskopi melihat lapisan dan sambungan lambung, barium swallow menunjukkan aliran, sedangkan manometri mengukur tekanan dan mengonfirmasi tipe akalasia.
Pengobatan
Tujuannya membuka sfingter agar makanan lewat. Pilihan meliputi dilatasi balon, operasi Heller myotomy, POEM melalui endoskopi, suntikan botulinum untuk kondisi tertentu, dan obat sementara pada sebagian pasien.
Makan dan tindak lanjut
Makan perlahan, kunyah baik, pilih tekstur yang lebih mudah, tetap tegak setelah makan, dan ikuti saran diet sambil menunggu terapi. Refluks dapat muncul setelah tindakan dan gejala berulang atau berat turun perlu ditinjau.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, Pathophysiology of achalasia (Annals of Esophagus), New insights into the pathophysiology of achalasia (World Journal of Gastroenterology). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



