Mengapa virus ini bisa kembali puluhan tahun kemudian
Setelah cacar air sembuh, virus varicella-zoster tidak benar-benar hilang dari tubuh — ia justru bersembunyi dalam bentuk tidak aktif di dalam sel saraf sensorik yang terletak dekat sumsum tulang belakang (ganglion akar dorsal), tempat sistem imun sulit menjangkaunya sepenuhnya. Selama bertahun-tahun virus ini tetap diam tanpa memproduksi partikel virus baru, hanya mengekspresikan sangat sedikit gen agar tidak terdeteksi.
Ketika sistem imun melemah seiring usia, stres, atau penyakit tertentu, virus yang tertidur ini dapat aktif kembali, memperbanyak diri di dalam sel saraf lalu menyebar mengikuti jalur saraf tersebut ke permukaan kulit — inilah yang menyebabkan herpes zoster (cacar api), ruam nyeri yang mengikuti pola satu jalur saraf dan dialami oleh sekitar sepertiga orang yang pernah mengalami cacar air. Karena virus yang aktif kembali ini sama persis dengan virus cacar air, seseorang dengan lesi zoster aktif tetap dapat menularkan virus dan menyebabkan cacar air pada orang yang belum pernah terinfeksi atau divaksinasi.
Penularan dan isolasi
Virus menyebar melalui udara dan kontak dengan cairan lenting. Seseorang menular sejak sekitar 1–2 hari sebelum ruam sampai semua lesi berkeropeng. Hindari sekolah, kerja, fasilitas ramai, serta kontak dengan ibu hamil, bayi baru lahir, dan orang imunitas lemah selama masa ini.
Perawatan di rumah
Minum cukup, kuku dipotong, mandi sejuk, pakaian longgar, dan calamine atau terapi gatal sesuai usia dapat membantu. Gunakan parasetamol sesuai dosis untuk demam. Jangan berikan aspirin pada anak; hindari ibuprofen kecuali diarahkan dokter karena dikaitkan dengan infeksi kulit berat pada varisela.
Antivirus dan kelompok risiko
Antivirus paling bermanfaat bila dimulai dini pada orang berisiko komplikasi, termasuk remaja atau dewasa tertentu, ibu hamil, penyakit kulit atau paru kronis, dan imunitas lemah. Mereka harus menghubungi tenaga kesehatan segera setelah paparan atau gejala—jangan datang tanpa memberi tahu lebih dulu.
Pencegahan
Vaksin varisela mencegah sebagian besar penyakit dan hampir semua kasus berat, tetapi jadwal dan ketersediaan mengikuti rekomendasi Indonesia. Setelah sembuh, virus menetap di saraf dan dapat aktif kembali sebagai herpes zoster; kontak dengan lesi zoster dapat menyebabkan cacar air pada orang yang belum kebal.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC, CDC — pengobatan, NEJM — latent VZV DNA in human ganglia. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



