Beranda/Infeksi/Cacar Air (Varisela)

Infeksi

Cacar Air (Varisela)

Cacar air disebabkan virus varicella-zoster, bukan “varicella simplex”. Penyakit ini sangat menular dan menimbulkan ruam gatal yang berubah dari bintik menjadi lenting lalu keropeng, sering bersama demam dan lelah.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Cacar Air (Varisela)

Mengapa virus ini bisa kembali puluhan tahun kemudian

Setelah cacar air sembuh, virus varicella-zoster tidak benar-benar hilang dari tubuh — ia justru bersembunyi dalam bentuk tidak aktif di dalam sel saraf sensorik yang terletak dekat sumsum tulang belakang (ganglion akar dorsal), tempat sistem imun sulit menjangkaunya sepenuhnya. Selama bertahun-tahun virus ini tetap diam tanpa memproduksi partikel virus baru, hanya mengekspresikan sangat sedikit gen agar tidak terdeteksi.

Ketika sistem imun melemah seiring usia, stres, atau penyakit tertentu, virus yang tertidur ini dapat aktif kembali, memperbanyak diri di dalam sel saraf lalu menyebar mengikuti jalur saraf tersebut ke permukaan kulit — inilah yang menyebabkan herpes zoster (cacar api), ruam nyeri yang mengikuti pola satu jalur saraf dan dialami oleh sekitar sepertiga orang yang pernah mengalami cacar air. Karena virus yang aktif kembali ini sama persis dengan virus cacar air, seseorang dengan lesi zoster aktif tetap dapat menularkan virus dan menyebabkan cacar air pada orang yang belum pernah terinfeksi atau divaksinasi.

Penularan dan isolasi

Virus menyebar melalui udara dan kontak dengan cairan lenting. Seseorang menular sejak sekitar 1–2 hari sebelum ruam sampai semua lesi berkeropeng. Hindari sekolah, kerja, fasilitas ramai, serta kontak dengan ibu hamil, bayi baru lahir, dan orang imunitas lemah selama masa ini.

Tanda komplikasiCari pertolongan segera bila sulit bernapas, batuk berat, bingung, sulit dibangunkan, leher kaku, kejang, sulit berjalan, muntah terus, dehidrasi, atau kulit sekitar lenting menjadi sangat merah, panas, nyeri, dan bernanah. Hubungi dokter segera bila pasien hamil atau imunitas lemah.

Perawatan di rumah

Minum cukup, kuku dipotong, mandi sejuk, pakaian longgar, dan calamine atau terapi gatal sesuai usia dapat membantu. Gunakan parasetamol sesuai dosis untuk demam. Jangan berikan aspirin pada anak; hindari ibuprofen kecuali diarahkan dokter karena dikaitkan dengan infeksi kulit berat pada varisela.

Antivirus dan kelompok risiko

Antivirus paling bermanfaat bila dimulai dini pada orang berisiko komplikasi, termasuk remaja atau dewasa tertentu, ibu hamil, penyakit kulit atau paru kronis, dan imunitas lemah. Mereka harus menghubungi tenaga kesehatan segera setelah paparan atau gejala—jangan datang tanpa memberi tahu lebih dulu.

Pencegahan

Vaksin varisela mencegah sebagian besar penyakit dan hampir semua kasus berat, tetapi jadwal dan ketersediaan mengikuti rekomendasi Indonesia. Setelah sembuh, virus menetap di saraf dan dapat aktif kembali sebagai herpes zoster; kontak dengan lesi zoster dapat menyebabkan cacar air pada orang yang belum kebal.

Mencari bantuan di IndonesiaTelepon fasilitas sebelum datang agar ruang tunggu tidak terpapar. Jangan sengaja mempertemukan anak sehat dengan pasien untuk mendapat “kekebalan alami”; tingkat keparahan tidak dapat diprediksi.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC, CDC — pengobatan, NEJM — latent VZV DNA in human ganglia. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.