Telinga, Pendengaran, dan Keseimbangan

Labirinitis

Labirinitis adalah peradangan labirin telinga dalam yang dapat menyebabkan vertigo terus-menerus, mual, sulit berjalan, tinnitus, dan penurunan pendengaran. Neuritis vestibular menimbulkan gejala keseimbangan serupa tetapi biasanya tidak mengganggu pendengaran. Istilah ini tidak boleh dipakai untuk semua pusing karena stroke dan gangguan telinga lain dapat menyerupainya.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Labirinitis

Mengapa gangguan dengar menjadi pembeda kunci

Telinga dalam memiliki dua struktur yang berdekatan tetapi berfungsi berbeda: koklea untuk mendengar dan sistem vestibular untuk keseimbangan, keduanya terhubung ke otak lewat saraf vestibulokoklear yang sama. Ketika infeksi virus menyerang seluruh labirin (bagian dalam yang berisi kedua struktur ini), baik fungsi dengar maupun keseimbangan terganggu bersamaan — inilah labirinitis. Namun bila infeksi virus hanya menyerang cabang saraf vestibular saja tanpa mengenai koklea atau cabang saraf pendengaran, hanya keseimbangan yang terganggu sementara pendengaran tetap normal — kondisi ini disebut neuritis vestibular.

Perbedaan mekanisme inilah yang menjadikan ada-tidaknya gangguan pendengaran sebagai pembeda klinis paling penting antara kedua kondisi, karena gejala vertigo dan mualnya sendiri bisa identik. Kedua kondisi paling sering dipicu oleh reaktivasi virus laten seperti herpes simpleks atau herpes zoster yang sudah lama tidur di dalam ganglion saraf sejak infeksi awal bertahun-tahun sebelumnya, menjelaskan mengapa episode ini bisa muncul tiba-tiba tanpa gejala infeksi virus aktif yang jelas sebelumnya.

Pola gejala

Gejala sering mulai mendadak dan berat selama beberapa hari, lalu keseimbangan pulih bertahap dalam minggu. Gerakan kepala memperburuk tetapi vertigo awal biasanya tetap ada saat diam. Penurunan pendengaran atau tinnitus mengarah ke labirinitis; tanpa keduanya lebih sesuai neuritis vestibular. Episode singkat berulang karena posisi lebih khas BPPV.

Stroke dan kehilangan pendengaran mendadak harus ditangani segeraKe IGD bila vertigo disertai wajah mencong, bicara pelo, kelemahan atau kebas satu sisi, penglihatan ganda, sakit kepala hebat baru, pingsan, tidak mampu berdiri, nyeri dada, atau muntah tak terkendali. Kehilangan pendengaran mendadak satu telinga memerlukan penilaian THT pada hari yang sama.

Diagnosis perlu menyingkirkan stroke

Dokter memeriksa gerak mata, berjalan, koordinasi, saraf, telinga, dan pendengaran. Tes audiometri, darah, atau MRI dipilih bila perlu. Usia dan faktor pembuluh tidak dapat menentukan sendiri; defisit saraf, ketidakmampuan berdiri, sakit kepala atau leher baru, dan pola nistagmus tertentu meningkatkan kecurigaan stroke.

Terapi fase akut

Cairan sedikit tetapi sering, istirahat singkat, dan obat antimual atau vestibular suppressant dapat membantu beberapa hari. Penggunaan lebih lama dapat memperlambat kompensasi otak. Banyak kasus diduga viral sehingga antibiotik tidak membantu; antibiotik dan terapi lain digunakan bila infeksi bakteri atau penyebab khusus ditemukan.

Pemulihan keseimbangan

Mulai bergerak dan berjalan bertahap saat aman, didampingi bila perlu. Bila pusing atau goyah menetap, rehabilitasi vestibular dengan fisioterapis atau audiolog melatih mata, kepala, dan keseimbangan. Jangan mengemudi, bersepeda, bekerja di ketinggian, berenang sendiri, atau memakai mesin sampai vertigo dan ketidakstabilan hilang.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, MedLink Neurology — viral labyrinthitis and vestibular neuritis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.