Beranda/Kesehatan Perempuan/Kista Nabothi pada Serviks

Kesehatan Wanita

Kista Nabothi pada Serviks

Kista Nabothi adalah benjolan jinak berisi lendir pada leher rahim ketika permukaan serviks menutup saluran kelenjar. Kista ini umum, biasanya kecil, tidak bergejala, tidak menular, dan bukan kanker. Kebanyakan tidak memerlukan obat, pengangkatan, atau perubahan aktivitas.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Kista Nabothi pada Serviks

Mengapa terbentuk: sel penghasil lendir yang terperangkap, bukan tanda masalah

Permukaan leher rahim memiliki dua jenis sel yang bertemu di satu area yang disebut zona transformasi: sel kolumnar penghasil lendir di bagian dalam kanal serviks, dan sel skuamosa (pipih berlapis) di bagian luar yang menghadap vagina. Selama proses penyembuhan alami setelah persalinan, peradangan, atau sekadar perubahan jaringan seiring waktu, sel skuamosa dapat tumbuh menutupi sebagian sel kolumnar yang berada di bawahnya—proses normal yang disebut metaplasia skuamosa. Masalahnya, sel kolumnar yang tertutup ini tetap hidup dan terus memproduksi lendir seperti biasa, tetapi lendir tersebut kini tidak punya jalan keluar karena tertutup lapisan sel baru di atasnya, sehingga menumpuk dan membentuk kantong kecil berisi lendir—itulah kista Nabothi.

Karena mekanismenya murni soal lendir yang terperangkap akibat proses penyembuhan jaringan normal, bukan infeksi atau pertumbuhan abnormal, kista Nabothi tidak menunjukkan kebersihan buruk, infeksi menular seksual, atau masalah kesuburan apa pun. Zona transformasi tempat kista ini terbentuk juga kebetulan adalah area yang sama yang menjadi fokus utama skrining kanker serviks, karena area pertemuan dua jenis sel ini paling rentan terhadap perubahan akibat infeksi HPV—menjelaskan mengapa menemukan kista Nabothi tidak mengubah kebutuhan skrining rutin, dan mengapa dokter tetap memeriksa area ini dengan cermat terlepas dari ada tidaknya kista.

Diagnosis

Tenaga kesehatan biasanya mengenali saat pemeriksaan spekulum. Bila sangat besar, dalam, banyak, menyebabkan gejala, atau tampil tidak khas, kolposkopi, USG, MRI, drainase, atau biopsi dapat membedakan polip, fibroid, endometriosis, dan lesi serviks yang jarang menyerupai kista.

Perdarahan abnormal bukan gejala yang boleh dianggap hanya kistaPeriksa segera bila perdarahan banyak, pingsan, nyeri panggul berat, demam, cairan berbau menetap, atau hamil dengan perdarahan. Jadwalkan pemeriksaan untuk perdarahan setelah hubungan atau menopause meski pernah diberi tahu memiliki kista Nabothi.

Terapi jarang dibutuhkan

Tanpa gejala dan dengan tampilan khas, observasi cukup. Kista yang menghalangi pemeriksaan serviks, menyebabkan tekanan, atau diagnosisnya meragukan dapat dibuka, dibakar, dibekukan, atau diangkat oleh dokter. Jangan mencoba mengeluarkan atau memasukkan obat sendiri.

Tetap ikuti skrining serviks

Kista Nabothi tidak menggantikan atau mengubah jadwal skrining HPV dan kanker serviks. Hasil Pap atau HPV dinilai terpisah. Perdarahan setelah hubungan, di antara haid atau setelah menopause, cairan menetap, dan nyeri panggul memerlukan evaluasi penyebab lain.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada Cleveland Clinic, StatPearls — Nabothian Cyst. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.