Beranda/Kesehatan Perempuan/Keputihan dan Cairan Vagina

Kesehatan Wanita

Keputihan dan Cairan Vagina

Cairan vagina bening atau putih yang berubah sepanjang siklus sering normal. Keputihan menjadi tidak biasa bila warna, bau, jumlah, atau teksturnya berubah dan disertai gatal, perih, nyeri, perdarahan, atau keluhan kencing. Penyebab tidak dapat dipastikan hanya dari tampilan cairan.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Keputihan dan Cairan Vagina

Mengapa gejala saja sering tidak cukup untuk membedakan penyebab keputihan

Bacterial vaginosis dan kandidiasis (infeksi jamur) sebenarnya berasal dari mekanisme yang sangat berbeda meski sama-sama menimbulkan keputihan tidak biasa. Bacterial vaginosis bukan infeksi dari luar, melainkan pergeseran keseimbangan bakteri yang sudah ada di vagina—Lactobacillus yang biasanya dominan dan protektif tergeser oleh campuran bakteri lain seperti Gardnerella yang jumlahnya meningkat drastis. Kandidiasis sebaliknya adalah pertumbuhan berlebih jamur Candida yang juga sudah ada secara alami di vagina, dipicu oleh perubahan kondisi lokal seperti pemakaian antibiotik atau kadar gula tinggi. Karena mekanismenya berlawanan, terapi keduanya juga berlawanan: antibiotik yang mengatasi bacterial vaginosis justru bisa memicu kandidiasis dengan membunuh lebih banyak Lactobacillus yang tersisa.

Memperumit keadaan, penelitian menemukan bahwa sekitar 84% perempuan dengan bacterial vaginosis ternyata tidak melaporkan gejala apa pun, sementara pola gejala pada kandidiasis, trikomoniasis, dan servisitis akibat infeksi menular seksual dapat sangat tumpang tindih satu sama lain. Inilah sebabnya menebak penyebab hanya dari tampilan atau bau cairan sering berujung pada pengobatan yang salah sasaran—memakai obat antijamur berulang kali padahal penyebabnya bacterial vaginosis, atau sebaliknya—dan mengapa pemeriksaan seperti pengukuran pH, mikroskopi, atau tes molekuler tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis sebelum memilih terapi.

Penyebab yang berbeda

Bacterial vaginosis sering menimbulkan cairan tipis dan bau amis; kandidiasis lebih sering gatal dengan kemerahan dan cairan kental; trikomoniasis atau servisitis karena gonore dan klamidia dapat menyebabkan cairan, nyeri, atau perdarahan. Sabun, douching, benda asing, atrofi menopause, dan penyakit kulit juga mungkin.

Nyeri panggul, demam, atau perdarahan perlu diperiksa cepatSegera cari pertolongan bila keputihan disertai demam, nyeri bawah perut berat, pingsan, muntah, perdarahan banyak, hamil dengan nyeri atau cairan seperti ketuban, luka genital luas, atau setelah tindakan dengan kondisi memburuk.

Pemeriksaan

Riwayat gejala, haid, kehamilan, obat, antibiotik, diabetes, produk vagina, serta paparan seksual dilengkapi pemeriksaan bila perlu. pH, mikroskopi, tes antigen atau NAAT, dan tes IMS membantu menentukan penyebab. Pemeriksaan dari riwayat saja sering salah dan mendorong obat yang tidak tepat.

Terapi tidak sama

Antibiotik, antijamur, atau obat antiparasit dipilih berdasarkan diagnosis; beberapa IMS memerlukan terapi pasangan dan menunda hubungan sampai aman. Probiotik atau pembersih tidak menggantikan terapi terbukti. Hindari douching, pewangi, antiseptik kuat, serta penggunaan antijamur berulang tanpa konfirmasi.

Kehamilan dan pencegahan

Kehamilan meningkatkan cairan normal tetapi cairan berbau, gatal, perdarahan, nyeri, atau kebocoran seperti air perlu dinilai. Kondom menurunkan risiko banyak IMS, sedangkan skrining mengikuti usia dan risiko. Gunakan pakaian nyaman, jaga area luar tetap kering, dan cukup bersihkan vulva dengan lembut.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC — Vulvovaginal symptoms, PMC — Bacterial Vaginosis and Vulvovaginal Candidiasis Pathophysiologic Interrelationship. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.