Batuk dan pilek lebih mendukung virus
Batuk, suara serak, pilek, mata merah atau luka mulut lebih sering menyertai virus. Strep dapat menimbulkan demam, nyeri telan mendadak, tonsil merah/bernanah, kelenjar leher depan dan ruam tanpa batuk, tetapi tampilan saja tidak selalu membedakan. Mononucleosis, reflux, alergi dan iritasi juga mungkin.
Tes digunakan saat strep mungkin
Rapid antigen test dan throat culture mencari group A strep. Pada anak bergejala usia tiga tahun ke atas, rapid test negatif sering perlu dikonfirmasi kultur; pada dewasa biasanya tidak. Carrier dapat positif saat sebenarnya sakit virus, sehingga hasil ditafsirkan bersama gejala. Antibiotik tidak diberikan bila kultur negatif.
Perawatan rumahan berfokus pada kenyamanan
Minum cukup, makanan lembut, kumur air garam untuk usia yang mampu, humidifier dan istirahat membantu. Paracetamol atau ibuprofen dapat dipakai sesuai usia dan kondisi; aspirin tidak untuk anak/remaja dengan infeksi virus. Lozenges berisiko tersedak pada anak kecil. Jangan memakai antibiotik sisa.
Antibiotik harus tepat dan dituntaskan
Penicillin atau amoxicillin lazim untuk strep bila tidak alergi; pilihan lain mengikuti jenis alergi dan resistansi. Setelah terapi efektif dan bebas demam, penularan biasanya turun dalam 12–24 jam. Bila tidak membaik setelah 48 jam antibiotik atau memburuk, perlu evaluasi abses, diagnosis lain atau komplikasi.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC — Sore throat basics, CDC — Testing for strep throat, CDC — Clinical guidance for strep throat. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



