Beranda/Telinga, Hidung, dan Tenggorokan/Faringitis (Radang Tenggorokan)

Tenggorokan dan Infeksi

Faringitis (Radang Tenggorokan)

Faringitis adalah radang tenggorokan. Virus menyebabkan sebagian besar kasus, terutama bila ada batuk, pilek, suara serak, atau mata merah; Streptococcus grup A perlu dibedakan karena antibiotik bermanfaat bila tes mengonfirmasi.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Faringitis (Radang Tenggorokan)

Mengapa ada-tidaknya batuk menjadi petunjuk penting

Virus penyebab faringitis (seperti rhinovirus atau virus flu) umumnya menginfeksi seluruh lapisan sel di saluran napas atas sekaligus — hidung, tenggorokan, dan cabang bronkus — sehingga hampir selalu memicu kombinasi gejala seperti pilek, batuk, dan suara serak bersamaan dengan nyeri tenggorokan. Streptococcus grup A bekerja secara berbeda: bakteri ini secara khusus menginfeksi dan berkembang biak di jaringan amandel dan tenggorokan tanpa menyebar luas ke seluruh saluran napas, sehingga jarang memicu batuk atau pilek sama sekali.

Perbedaan pola infeksi inilah yang mendasari sistem skoring klinis (kriteria Centor) yang dipakai dokter: demam tinggi, amandel bernanah, kelenjar leher bengkak, dan tidak adanya batuk secara bersamaan meningkatkan kemungkinan strep hingga sekitar 56%, sementara batuk yang menonjol justru menurunkan kemungkinan strep karena mengarah pada infeksi virus yang menyebar lebih luas di saluran napas. Memahami pola gejala berdasarkan cara infeksi menyebar ini membantu dokter memutuskan siapa yang benar-benar perlu tes strep tanpa harus menguji semua orang dengan sakit tenggorokan.

Gejala tidak selalu cukup

Strep dapat menimbulkan demam, nyeri menelan, amandel merah atau bernanah, bintik langit-langit, dan kelenjar leher tanpa batuk. Namun tanda klinis tumpang tindih dengan virus. Rapid antigen, tes molekuler, atau kultur digunakan sesuai usia dan risiko.

Jalan napas dan abses perlu pertolongan cepatKe IGD bila sulit bernapas, tidak mampu menelan air liur, ngiler, suara teredam, mulut sulit dibuka, leher bengkak atau kaku, dehidrasi, ruam ungu, atau tampak sangat sakit.

Kapan kultur lanjutan

Pada anak di atas tiga tahun dan remaja, rapid test negatif sering perlu kultur karena risiko demam rematik; pada dewasa biasanya tidak. Gejala virus yang jelas umumnya tidak perlu tes strep. Tes positif pada pembawa tanpa penyakit juga dapat menyesatkan.

Perawatan

Cairan, istirahat, kumur air garam pada usia sesuai, madu untuk anak di atas satu tahun, dan obat nyeri atau demam sesuai kondisi membantu. Antibiotik hanya untuk strep yang terkonfirmasi atau indikasi khusus dan harus dihabiskan; antibiotik tidak mempercepat faringitis virus.

Penularan

Cuci tangan, tutup batuk, jangan berbagi gelas dan alat makan. Pasien strep tetap di rumah sampai tidak demam dan setidaknya 12-24 jam setelah antibiotik efektif, mengikuti arahan klinis dan kebijakan sekolah atau kerja.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC, Wikipedia — Centor criteria (summarizing peer-reviewed validation studies). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.