Beranda/Infeksi/Listeriosis (Infeksi Listeria)

Infeksi dari Makanan

Listeriosis (Infeksi Listeria)

Listeria monocytogenes adalah bakteri makanan yang dapat tumbuh pada suhu lemari es. Orang sehat biasanya tidak sakit berat, tetapi kehamilan, bayi baru lahir, usia 65 tahun ke atas, dan imunitas lemah berisiko mengalami penyakit invasif. Pada kehamilan, gejala ibu dapat ringan sementara janin mengalami dampak serius.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Listeriosis (Infeksi Listeria)

Mengapa bisa menembus plasenta dan otak, tidak seperti bakteri makanan lain

Listeria monocytogenes memiliki senjata unik yang tidak dimiliki kebanyakan bakteri penyebab keracunan makanan lain: protein permukaan bernama internalin yang mampu menempel pada reseptor E-cadherin di sel manusia, membuka jalan masuk ke dalam sel yang seharusnya tidak bisa ditembus bakteri biasa. Setelah masuk, bakteri ini dapat membajak protein aktin milik sel inang untuk mendorong dirinya bergerak dari satu sel ke sel tetangga tanpa pernah keluar ke ruang antar sel yang dijaga oleh antibodi dan sel imun — cara bergerak ini membuatnya sanggup menembus lapisan pelindung yang biasanya sangat efektif menghalangi bakteri lain, termasuk sawar plasenta dan sawar darah-otak.

Inilah mengapa Listeria menjadi salah satu dari sedikit bakteri makanan yang dapat menembus dari darah ibu ke janin meski gejala pada ibu hanya ringan seperti flu biasa, dan mengapa bakteri ini juga dapat mencapai otak dan menyebabkan meningitis pada orang dengan imunitas lemah. Kemampuan menembus sel-ke-sel inilah, bukan sekadar jumlah bakteri, yang menjelaskan mengapa Listeria jauh lebih berbahaya bagi ibu hamil, bayi baru lahir, dan lansia dibanding bakteri penyebab keracunan makanan pada umumnya.

Dua pola penyakit

Penyakit usus dapat mulai dalam sekitar 24 jam dengan diare dan muntah selama satu hingga tiga hari. Penyakit invasif biasanya muncul dalam dua minggu, kadang lebih lama, dengan demam, lelah, nyeri otot, sakit kepala, kaku leher, bingung, gangguan keseimbangan, atau kejang. Sepsis dan meningitis memerlukan rawat inap.

Demam saat hamil atau gejala saraf perlu bantuan segeraHubungi layanan pada hari yang sama bila hamil atau berisiko tinggi dan mengalami demam setelah kemungkinan paparan. Ke IGD bila kaku leher, kebingungan, sulit dibangunkan, kehilangan keseimbangan, kejang, sesak, dehidrasi berat, gerak janin berkurang, kontraksi, atau perdarahan.

Kehamilan dan kelompok risiko

Ibu hamil mungkin hanya demam dan gejala seperti flu atau bahkan tanpa gejala, tetapi infeksi dapat menyebabkan keguguran, kematian janin, persalinan prematur, atau sepsis dan meningitis bayi. Lansia dan orang dengan kanker, transplantasi, steroid atau terapi imun, penyakit hati atau ginjal, dan kondisi imun lain juga memerlukan ambang pemeriksaan rendah.

Setelah paparan makanan

Makan produk yang ditarik tidak otomatis berarti sakit. Orang tanpa gejala umumnya tidak memerlukan tes atau antibiotik, bahkan bila berisiko, tetapi harus memantau dan mengikuti otoritas kesehatan. Bila demam atau gejala muncul, sampaikan produk dan tanggal. Kultur darah atau cairan steril mendiagnosis penyakit invasif; kultur tinja dan serologi tidak dianjurkan sebagai skrining.

Pencegahan makanan

Pilih susu dan keju pasteurisasi, masak bahan mentah, panaskan kembali daging siap makan hingga mengepul bila dianjurkan untuk kelompok risiko, cuci produk, pisahkan mentah dari siap makan, bersihkan lemari es dan tumpahan, simpan dingin, serta patuhi tanggal dan instruksi label. Dinginnya lemari es memperlambat banyak kuman tetapi tidak menghentikan Listeria.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC — symptoms, CDC — clinical care, ScienceDirect — Listeria monocytogenes crossing host barriers. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.