Beranda/Infeksi/Leptospirosis

Infeksi dan Kesehatan Lingkungan

Leptospirosis

Leptospirosis adalah infeksi bakteri Leptospira yang menyebar melalui urine hewan, terutama tikus tetapi juga ternak dan hewan lain. Air atau tanah yang tercemar dapat masuk melalui luka, kulit yang lama terendam, atau selaput mata, hidung, dan mulut. Risiko meningkat setelah banjir; terapi antibiotik dini dapat mengurangi berat dan lama penyakit.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Leptospirosis

Mengapa bisa menyerang begitu banyak organ sekaligus

Bakteri Leptospira yang menembus kulit terluka atau selaput lendir dapat langsung masuk ke aliran darah dan menyebar merata ke seluruh tubuh, di mana bakteri ini secara khusus menempel pada sel-sel yang melapisi bagian dalam pembuluh darah (endotel) di ginjal, hati, jantung, dan paru. Perlekatan ini merusak integritas dinding pembuluh darah, menyebabkan peradangan pembuluh (vaskulitis) yang membuat pembuluh darah menjadi bocor dan mengganggu fungsi organ yang dialiri, sekaligus memicu respons imun yang dapat memperberat kerusakan lebih lanjut.

Karena bakteri menyerang lapisan pembuluh darah di berbagai organ sekaligus, bukan menyerang satu organ spesifik, leptospirosis berat (penyakit Weil) dapat menyebabkan kombinasi gagal ginjal, gagal hati, dan perdarahan paru secara bersamaan — pola kerusakan multi-organ inilah yang membedakan leptospirosis berat dari kebanyakan infeksi bakteri lain yang biasanya terfokus pada satu sistem organ. Inilah mengapa demam setelah kontak air banjir yang tampaknya ringan tetap perlu diwaspadai: kerusakan pembuluh darah yang mendasarinya bisa terus berkembang diam-diam sebelum gejala organ spesifik muncul.

Paparan dan gejala

Gejala muncul sekitar 2–30 hari setelah paparan dan dapat berupa demam mendadak, menggigil, sakit kepala, nyeri otot terutama betis atau punggung bawah, mata merah tanpa kotoran, mual, muntah, diare, nyeri perut, batuk, atau ruam. Gejala menyerupai dengue, influenza, hepatitis, malaria, dan infeksi lain sehingga riwayat banjir atau hewan penting.

Demam setelah banjir dengan kuning, sesak, atau sedikit kencing adalah daruratCari pertolongan hari yang sama bila demam setelah kontak banjir, lumpur, selokan, tikus, atau urine hewan. Ke IGD bila sesak, batuk darah, kulit atau mata kuning, kencing sangat sedikit, kebingungan, leher kaku, perdarahan, pingsan, muntah terus, atau sangat lemah.

Penyakit berat

Sebagian kecil berkembang menjadi kuning, gagal ginjal, meningitis, gangguan irama atau otot jantung, perdarahan, syok, dan perdarahan paru dengan sesak atau batuk darah. Perbaikan demam sementara tidak selalu berarti sembuh karena penyakit dapat memiliki fase kedua. Kehamilan dan penyakit organ dapat meningkatkan konsekuensi.

Diagnosis dan terapi dini

PCR darah berguna lebih awal dan urine kemudian; serologi lebih sensitif setelah antibodi terbentuk, sehingga hasil awal negatif tidak selalu menyingkirkan. Bila kecurigaan klinis kuat, dokter memulai antibiotik tanpa menunggu konfirmasi. Kasus ringan dapat memakai obat oral yang sesuai; penyakit berat memerlukan rawat inap, antibiotik intravena, cairan hati-hati, dialisis, ventilasi, atau dukungan organ.

Pencegahan saat banjir dan kerja

Hindari menerobos atau berenang di air banjir bila mungkin. Tutup luka dengan perban kedap air, pakai sepatu bot, sarung tangan dan pelindung mata, mandi serta cuci tangan setelah paparan, gunakan air minum aman, dan kendalikan tikus serta sampah. Jangan minum antibiotik pencegahan sendiri; manfaatnya terbatas dan keputusan tergantung risiko serta panduan kesehatan.

Mencari bantuan di IndonesiaLeptospirosis relevan di Indonesia, terutama setelah banjir dan hujan lebat. Sampaikan tanggal serta jenis paparan kepada puskesmas atau rumah sakit; jangan menunda karena mengira semua demam pascabanjir adalah masuk angin atau dengue.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC — leptospirosis, CDC Yellow Book, StatPearls — Leptospirosis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.