Beranda/Pencernaan dan Hati/Cacingan pada Manusia

Pencernaan

Cacingan pada Manusia

“Cacingan” mencakup banyak infeksi parasit dengan cara penularan dan pengobatan berbeda. Di daerah tropis, cacing tanah seperti Ascaris, Trichuris, dan cacing tambang penting, tetapi cacing kremi, Strongyloides, cacing pita, dan schistosomiasis tidak ditangani dengan cara yang sama.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Cacingan pada Manusia

Gejala bergantung jenis dan beban

Infeksi ringan sering tanpa gejala. Nyeri perut, diare, mual, anemia, lelah, gatal anus, batuk, gangguan gizi dan pertumbuhan, atau cacing pada tinja dapat terjadi. Cacing tambang menembus kulit dari tanah; Ascaris dan Trichuris tertelan; cacing kremi menyebar lewat telur di lingkungan rumah.

Diagnosis

Riwayat perjalanan, sanitasi, berjalan tanpa alas, makanan mentah, hewan, obat steroid, dan bentuk cacing memberi petunjuk. Pemeriksaan tinja mungkin membutuhkan beberapa sampel; tape test dipakai untuk kremi. Eosinofil, anemia, serologi, atau pencitraan digunakan pada parasit tertentu.

Komplikasi membutuhkan perawatanKe IGD bila perut membesar dan nyeri hebat, muntah hijau atau terus-menerus, tidak bisa buang angin atau tinja, perdarahan, sesak, sangat pucat dan lemas, atau gejala berat muncul saat menggunakan steroid/imunosupresan.

Obat tidak satu untuk semua

Albendazole atau mebendazole efektif untuk banyak cacing tanah, tetapi tidak semua parasit dan dosisnya berbeda. Strongyloides sangat penting dikenali sebelum obat imunosupresif karena dapat menjadi fatal dan membutuhkan obat lain. Kehamilan, usia kecil, penyakit hati, dan kemungkinan sumbatan memerlukan nasihat klinis.

Pencegahan dan program

Gunakan jamban, cuci tangan, pakai alas kaki, minum air aman, cuci dan masak bahan pangan, serta hindari tinja manusia sebagai pupuk. Pemberian obat pencegahan massal pada kelompok daerah endemis adalah strategi kesehatan masyarakat; di luar program, obat berulang tanpa diagnosis dapat melewatkan penyebab lain.

Mencari bantuan di IndonesiaIkuti program obat cacing dan sanitasi dari puskesmas atau sekolah. Bila gejala tetap ada setelah obat, jangan terus mengulang dosis sendiri—periksa jenis parasit dan kemungkinan penyakit lain.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO, CDC. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.