Seberapa besar beban amebiasis secara global
Entamoeba histolytica diperkirakan menginfeksi sekitar 50 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan 25.000-100.000 kematian per tahun, menjadikannya penyakit parasit paling mematikan ketiga di dunia setelah malaria dan schistosomiasis. Beban terbesar berada di negara dengan sanitasi terbatas—termasuk Sub-Sahara Afrika, India, Bangladesh, Meksiko, serta Amerika Tengah dan Selatan—yang menegaskan bahwa penyakit ini pada intinya adalah masalah akses air bersih dan sanitasi, bukan sekadar infeksi individual.
Gejala dan komplikasi
Keluhan dapat muncul beberapa minggu setelah terpapar berupa diare, kram, dan nyeri perut. Disentri ameba menyebabkan tinja berdarah, nyeri lebih berat, dan demam. Parasit kadang menyebar ke hati dan membentuk abses dengan demam serta nyeri perut kanan atas, walaupun diare tidak selalu ada.
Cara penularan
Penularan terjadi ketika kista parasit dari tinja tertelan melalui air atau makanan yang tidak aman, tangan yang tidak dicuci, atau kontak seksual yang melibatkan paparan tinja. Risiko meningkat pada sanitasi buruk. Infeksi bukan akibat masuk angin dan antibiotik diare biasa belum tentu tepat.
Diagnosis
Dokter dapat meminta beberapa sampel tinja karena parasit tidak selalu ditemukan pada satu sampel. Tes antigen atau molekuler membantu membedakan E. histolytica dari E. dispar yang tampak mirip tetapi tidak menyebabkan penyakit. Bila dicurigai abses hati, pemeriksaan darah dan pencitraan mungkin diperlukan.
Pengobatan dan pencegahan
Infeksi E. histolytica perlu obat resep; orang bergejala biasanya memerlukan obat yang bekerja di jaringan lalu obat untuk membersihkan parasit di usus. Habiskan regimen sesuai arahan. Cuci tangan dengan sabun, gunakan air aman, pilih makanan matang, kupas buah sendiri, dan hindari menyiapkan makanan untuk orang lain sampai dinyatakan aman.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC, A Review of the Global Burden, New Diagnostics, and Current Therapeutics for Amebiasis (PMC). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



