Mengapa sumbatan empedu bisa berujung sepsis dalam hitungan jam
Pola klasik demam-nyeri kanan atas-kuning dikenal sebagai Trias Charcot; bila ditambah kebingungan dan tekanan darah rendah, disebut Pentad Reynolds—tanda kegawatan yang menunjukkan infeksi sudah menyebar luas. Mekanismenya berjalan cepat: sumbatan pada saluran empedu (oleh batu, tumor, atau striktur) menyebabkan empedu tergenang dan tekanan di dalam saluran meningkat tajam, menciptakan kondisi ideal bagi bakteri berkembang biak di lingkungan yang seharusnya relatif steril.
Ketika tekanan terus naik, bakteri dapat 'bocor' langsung menembus dinding saluran empedu masuk ke pembuluh limfe dan pembuluh darah vena portal di sekitarnya—proses translokasi bakteri yang menjelaskan mengapa kolangitis dapat berkembang menjadi sepsis (infeksi darah menyeluruh) dalam hitungan jam, jauh lebih cepat dibanding kebanyakan infeksi saluran cerna lain. Inilah mengapa kolangitis akut diperlakukan sebagai kegawatdaruratan yang memerlukan drainase segera, bukan sekadar menunggu antibiotik bekerja—selama tekanan dalam saluran empedu belum diturunkan, bakteri terus mendapat jalan masuk ke aliran darah.
Gejala
Demam atau menggigil, nyeri perut kanan atas, dan kuning adalah pola klasik, tetapi tidak selalu lengkap—terutama pada lansia atau pasien imunitas lemah. Urine gelap, tinja pucat, mual, muntah, gatal, kebingungan, dan tekanan darah turun dapat menyertai.
Pemeriksaan
Tes darah menilai infeksi, bilirubin, hati, ginjal, pembekuan, dan laktat; kultur darah diambil bila memungkinkan. USG melihat pelebaran dan batu, sedangkan CT atau MRCP membantu mencari lokasi sumbatan. ERCP dapat sekaligus mendiagnosis dan mengalirkan empedu.
Penanganan
Cairan, antibiotik intravena, kontrol nyeri, dan pemantauan organ dimulai segera. Banyak pasien membutuhkan drainase empedu mendesak dengan ERCP untuk mengeluarkan batu atau memasang stent; drainase melalui kulit atau operasi digunakan bila ERCP tidak mungkin.
Setelah stabil
Penyebab sumbatan harus ditangani, misalnya pengangkatan kandung empedu setelah batu, penggantian stent, terapi striktur, atau evaluasi tumor. Cholangitis berulang pada PSC, operasi empedu, atau atresia bilier membutuhkan rencana spesialis; antibiotik sendiri tanpa mengatasi sumbatan sering tidak cukup.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIDDK Repository — kolangitis pada penyakit empedu, Cholangitis (StatPearls). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



