Beranda/Gigi dan Mulut/Gigi Tonggos (Overjet)

Gigi dan Mulut

Gigi Tonggos (Overjet)

Istilah gigi tonggos biasanya merujuk pada overjet yang besar, yaitu gigi depan atas berada terlalu jauh di depan gigi bawah. Ini berbeda dari overbite yang menggambarkan tumpang tindih vertikal dan bukan semata masalah penampilan.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Gigi Tonggos (Overjet)

Mengapa mengisap jari bisa membentuk ulang rahang

Kebiasaan mengisap jari atau dot dalam waktu lama menciptakan tekanan fisik yang konsisten dan berulang pada gigi serta tulang rahang yang masih berkembang pada anak — jari yang berada di dalam mulut mendorong gigi depan atas ke arah luar sekaligus menahan gigi tersebut agar tidak bertemu dengan gigi bawah, sementara otot pipi yang tertarik ke dalam saat mengisap justru mempersempit lengkung rahang atas. Karena tulang rahang anak masih lentur dan terus tumbuh, tekanan yang berulang selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun ini dapat benar-benar mengubah arah pertumbuhan tulang, bukan sekadar mendorong gigi sementara.

Anak dengan kebiasaan mengisap jari berkepanjangan memiliki risiko malformasi gigitan sekitar 4 kali lipat lebih tinggi dibanding anak tanpa kebiasaan tersebut, dan pola yang paling sering terbentuk adalah gigi depan yang semakin menonjol (overjet) disertai gigitan terbuka di bagian depan. Kebiasaan mengisap jari yang berkepanjangan juga dapat memicu dorongan lidah abnormal sebagai pola kompensasi, yang kemudian terus memperburuk posisi gigi bahkan setelah kebiasaan mengisap jari dihentikan — menjelaskan mengapa intervensi dini penting sebelum pola kompensasi baru ini sempat terbentuk dan menetap.

Penyebab dan dampak

Bentuk rahang dan gigi dipengaruhi genetik, kebiasaan mengisap jari atau dot berkepanjangan, dorongan lidah, kehilangan gigi, dan pertumbuhan. Overjet besar dapat meningkatkan risiko trauma gigi depan, sulit menutup bibir, gangguan mengunyah, atau tekanan psikososial.

Trauma gigi depan perlu tindakanSegera ke dokter gigi bila gigi depan patah, bergeser, masuk ke gusi, atau lepas setelah benturan. Pegang gigi permanen yang lepas pada mahkotanya, jangan menggosok akar, dan cari pertolongan secepat mungkin.

Penilaian ortodonti

Dokter gigi atau ortodontis menilai wajah, rahang, gigitan, gusi, fungsi napas, kebiasaan, foto, model atau pemindaian, dan rontgen bila diperlukan. Anak dapat dinilai saat pergantian gigi; tidak semua perlu langsung dipasangi alat.

Pilihan perawatan

Behel tetap, aligner pada kasus terpilih, alat fungsional saat pertumbuhan, pencabutan tertentu, atau operasi rahang pada kelainan skeletal berat dapat dipertimbangkan. Pilihan bergantung pada usia, pertumbuhan, kesehatan gusi, besar overjet, dan tujuan pasien.

Kebersihan dan retainer

Perawatan ortodonti meningkatkan kebutuhan menyikat, pembersihan sela, fluorida, serta kontrol karies dan gusi. Setelah gigi bergerak, retainer perlu dipakai sesuai arahan untuk mengurangi relaps. Alat daring tanpa pemeriksaan langsung dapat melewatkan penyakit gusi atau masalah rahang.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS — orthodontics, StatPearls — thumb sucking and nonnutritive sucking habits. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.