Beranda/Gigi dan Mulut/Gigi Sensitif

Gigi dan Mulut

Gigi Sensitif

Gigi sensitif menimbulkan nyeri singkat dan tajam saat terkena dingin, panas, manis, asam, sentuhan, atau udara. Penyebabnya sering dentin terbuka, tetapi karies, retak, tambalan bocor, atau radang pulpa harus disingkirkan.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Gigi Sensitif

Mengapa nyerinya tajam tapi cepat hilang

Di bawah lapisan email, dentin gigi dipenuhi jutaan saluran mikroskopis (tubulus dentin) yang berisi cairan dan terhubung langsung ke saraf di dalam pulpa gigi. Ketika email terkikis atau gusi turun sehingga tubulus ini terbuka ke permukaan, rangsangan seperti udara dingin, makanan manis, atau sentuhan sikat gigi dapat menyebabkan cairan di dalam tubulus bergerak cepat — pergerakan cairan inilah yang secara mekanis merangsang ujung saraf di pulpa dan memicu nyeri tajam yang khas, bukan rangsangan itu sendiri yang menyentuh saraf secara langsung.

Mekanisme berbasis pergerakan cairan inilah yang menjelaskan sifat khas nyeri gigi sensitif: begitu rangsangan (misalnya udara dingin) dihentikan, pergerakan cairan dalam tubulus berhenti hampir seketika, sehingga nyeri juga mereda dengan cepat — berbeda dari nyeri peradangan pulpa yang menetap lama setelah rangsangan hilang. Memahami mekanisme ini menjelaskan mengapa pasta gigi desensitisasi bekerja dengan menyumbat tubulus dentin (menghalangi pergerakan cairan) atau menenangkan ujung saraf secara langsung, bukan sekadar melapisi permukaan gigi.

Mengapa gigi ngilu

Email yang terkikis atau gusi yang turun membuka tubulus dentin menuju saraf. Menyikat terlalu keras, penyakit gusi, makanan asam, refluks atau muntah, pemutih, kebiasaan menggertakkan gigi, dan prosedur gigi dapat memicu atau memperburuk keluhan.

Nyeri menetap perlu diperiksa cepatCari pertolongan segera bila nyeri membangunkan tidur, menetap lama setelah panas atau dingin, gusi atau wajah bengkak, demam, keluar nanah, gigi longgar setelah cedera, atau sulit menelan dan bernapas.

Periksa pola nyeri

Dokter gigi menilai karies, retak, keausan, gusi, gigitan, dan respons saraf, serta melakukan rontgen bila perlu. Nyeri singkat yang berhenti setelah pemicu berbeda dari nyeri berdenyut spontan atau menetap, yang lebih mencurigakan peradangan pulpa.

Perawatan rumah

Gunakan sikat lembut dan tekanan ringan, pasta gigi desensitisasi dua kali sehari, serta ludahkan tanpa membilas berlebihan agar bahan aktif tinggal. Batasi frekuensi asam; setelah makanan asam atau muntah, bilas air dan tunggu sebelum menyikat.

Terapi dokter

Fluoride varnish, bonding, perawatan gusi, pelindung malam, tambalan, perawatan saluran akar, atau terapi penyebab dipilih sesuai diagnosis. Pasta sensitif memerlukan penggunaan teratur beberapa minggu dan tidak akan menyembuhkan lubang atau gigi retak.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, PMC — pathogenesis of dentin hypersensitivity. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.