Gigi dan Mulut

Gigi Bungsu

Gigi bungsu adalah geraham ketiga yang biasanya muncul pada akhir remaja atau dewasa muda. Tidak semua perlu dicabut; tindakan dipertimbangkan bila ada penyakit, infeksi berulang, kerusakan gigi atau gusi, atau masalah yang dapat diperkirakan dari posisinya.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Gigi Bungsu

Mengapa gigi yang tumbuh sebagian justru paling bermasalah

Ketika gigi bungsu hanya muncul sebagian menembus gusi, lipatan gusi yang menutupi sisa mahkota gigi (disebut operkulum) menciptakan kantong kecil yang hampir mustahil dibersihkan dengan sikat gigi biasa. Sisa makanan dan bakteri terperangkap di dalam kantong tersembunyi ini, dan karena ruang di bawah lipatan gusi minim oksigen, kondisinya justru ideal bagi bakteri anaerob (bakteri yang berkembang tanpa oksigen) untuk tumbuh subur dan memicu infeksi yang disebut perikoronitis.

Inilah mengapa gigi bungsu yang tumbuh sempurna sepenuhnya atau tetap sepenuhnya tertanam di dalam tulang jarang menimbulkan masalah seperti ini — keduanya tidak menciptakan kantong tersembunyi yang sulit dibersihkan. Justru gigi yang "setengah jadi" tumbuhnya yang paling berisiko, karena kombinasi lipatan gusi yang menutupi sebagian dan celah sempit di baliknya menciptakan lingkungan sempurna untuk penumpukan bakteri berulang, menjelaskan mengapa perikoronitis cenderung kambuh terus-menerus pada gigi yang posisinya tidak berubah, sampai akhirnya gigi tersebut dicabut atau tumbuh sepenuhnya.

Masalah yang dapat terjadi

Ruang sempit dapat membuat gigi tumbuh miring, hanya muncul sebagian, atau tetap tertanam. Lipatan gusi di atas gigi sebagian tumbuh mudah menahan makanan dan bakteri sehingga terjadi perikoronitis, nyeri, bengkak, bau mulut, rasa tidak enak, dan sulit membuka mulut.

Infeksi dapat menyebar ke leher dan jalan napasKe IGD bila sulit bernapas atau menelan, air liur terus keluar, bengkak cepat ke wajah atau leher, mulut hampir tidak dapat dibuka, demam tinggi, lemah berat, atau pembengkakan dasar mulut.

Pemeriksaan menentukan tindakan

Dokter gigi menilai gusi, karies, gigi di sebelahnya, gigitan, dan saraf; rontgen panoramik sering membantu melihat akar dan posisi saraf rahang. Gigi tanpa gejala dan tanpa penyakit dapat dipantau berkala daripada dicabut otomatis.

Perawatan

Pembersihan lembut, kumur air garam hangat, dan obat nyeri yang aman dapat membantu sementara. Drainase, pembersihan area, atau antibiotik digunakan hanya bila indikasi infeksi menyebar atau sistemik. Pencabutan dilakukan setelah membahas risiko dry socket, infeksi, perdarahan, dan gangguan saraf.

Setelah pencabutan

Gigit kasa sesuai arahan, makan lunak, hindari merokok dan sedotan, jangan berkumur kuat pada hari pertama, dan ikuti kebersihan luka. Nyeri yang justru berat pada hari ketiga hingga kelima, bau, atau perdarahan menetap perlu dikontrol.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, Cleveland Clinic — Pericoronitis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.