Beranda/Gigi dan Mulut/Gusi Bengkak

Gigi dan Mulut

Gusi Bengkak

Gusi bengkak adalah gejala dengan banyak penyebab. Plak yang memicu gingivitis paling umum, tetapi periodontitis, abses gigi, perikoronitis, makanan terselip, obat, perubahan hormon, atau penyakit sistemik juga dapat berperan.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Gusi Bengkak

Mengapa kerusakan gusi sebenarnya berasal dari sistem imun sendiri

Plak bakteri yang menumpuk di garis gusi memang menjadi pemicu awal peradangan, tetapi kerusakan jaringan gusi dan tulang penyangga gigi yang sesungguhnya sebagian besar disebabkan oleh respons sistem imun tubuh sendiri terhadap bakteri tersebut, bukan racun bakteri secara langsung. Sistem imun melepaskan zat radang dan enzim perusak jaringan (seperti matrix metalloproteinase) untuk melawan bakteri, tetapi zat yang sama ini juga merusak serat jaringan ikat dan tulang di sekitar gigi jika pelepasannya berlebihan atau tidak seimbang.

Inilah mengapa gingivitis (peradangan gusi ringan yang masih bisa pulih total) dapat berkembang menjadi periodontitis (kerusakan tulang penyangga gigi yang permanen) tergantung seberapa seimbang respons imun seseorang — bukan semata-mata jumlah bakteri yang ada. Respons imun yang terlalu lemah membiarkan bakteri terus berkembang biak, sementara respons yang terlalu agresif justru mempercepat kerusakan jaringan sendiri; kedua ekstrem ini sama-sama meningkatkan risiko periodontitis. Memahami bahwa kerusakan berasal dari respons tubuh sendiri menjelaskan mengapa mengontrol peradangan (lewat pembersihan plak rutin) sama pentingnya dengan mengurangi jumlah bakteri itu sendiri.

Lihat pola keluhan

Gusi merah, mudah berdarah, dan bau mulut yang menyeluruh mengarah ke gingivitis. Bengkak lokal disertai nyeri berdenyut, rasa tidak enak, nanah, atau gigi sakit dapat menandakan abses. Gusi sekitar gigi bungsu sebagian tumbuh dapat mengalami perikoronitis.

Bengkak wajah atau leher adalah daruratKe IGD bila sulit bernapas atau menelan, bengkak menyebar ke wajah, bawah rahang, atau leher, mulut sulit dibuka, demam tinggi, kebingungan, mata ikut bengkak, atau kondisi memburuk cepat.

Perawatan awal

Sikat dua kali sehari dengan sikat lembut dan pasta berfluorida, bersihkan sela gigi, kumur air garam hangat, dan hindari rokok. Jangan berhenti menyikat hanya karena berdarah, tetapi lakukan lembut. Jangan menusuk benjolan atau menempelkan aspirin pada gusi.

Dokter gigi mengatasi penyebab

Pemeriksaan dapat mencakup kedalaman kantong gusi dan rontgen. Pembersihan profesional, scaling dan root planing, drainase, perawatan saluran akar, perawatan gigi bungsu, atau tindakan periodontal dipilih sesuai penyebab. Antibiotik bukan pengganti drainase dan perawatan gigi.

Cegah kekambuhan

Kontrol plak, pembersihan sela, kunjungan berkala, berhenti merokok, dan kontrol diabetes membantu. Beri tahu dokter tentang kehamilan serta obat yang dapat membesarkan gusi. Perdarahan yang menetap meski kebersihan baik perlu diperiksa, bukan dianggap normal.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS — gum disease, Nature — cytokine network in host immune response to periodontitis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.