Beranda/Gigi dan Mulut/Impaksi Gigi

Gigi dan Mulut

Impaksi Gigi

Gigi impaksi tertahan di tulang atau gusi dan tidak erupsi ke posisi normal karena kurang ruang, arah yang salah, hambatan, atau perkembangan. Gigi bungsu paling sering terdampak, sedangkan taring atas penting dinilai karena dapat merusak akar gigi depan.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Impaksi Gigi

Mengapa gigi bungsu paling sering terdampak

Rahang manusia modern secara evolusioner mengecil dibanding nenek moyang, sebagian besar karena makanan yang dimasak dan diolah tidak lagi memerlukan kekuatan mengunyah sebesar dulu untuk merangsang pertumbuhan rahang secara maksimal. Gigi bungsu adalah gigi terakhir yang mencoba tumbuh setelah seluruh gigi lain sudah menempati ruang yang tersedia, sehingga ia paling rentan kehabisan tempat begitu rahang tidak cukup panjang untuk menampungnya — menjelaskan mengapa impaksi gigi bungsu jauh lebih umum (16,7% hingga 68,6% populasi tergantung penelitian) dibanding impaksi gigi lain.

Penelitian bahkan menemukan bahwa ruang di belakang gigi geraham kedua (tempat gigi bungsu seharusnya tumbuh) sudah dapat diperkirakan sejak masa kanak-kanak — anak dengan ruang rahang yang sempit sejak awal cenderung mengalami keterlambatan perkembangan gigi bungsu, sebuah tanda dini yang berkorelasi dengan risiko impaksi di kemudian hari. Memahami bahwa akar masalahnya adalah ketidaksesuaian ukuran rahang dan jumlah gigi (bukan posisi gigi bungsu itu sendiri yang "salah") menjelaskan mengapa pencabutan sering menjadi solusi paling praktis dibanding mencoba menciptakan ruang yang secara anatomis memang tidak tersedia.

Gejala dapat tidak ada

Nyeri, gusi bengkak, infeksi berulang, sulit membuka mulut, bau, karies, atau benjolan dapat terjadi, tetapi banyak impaksi ditemukan pada rontgen. Kista, resorpsi akar gigi tetangga, dan gangguan susunan gigi merupakan komplikasi yang perlu dipantau.

Infeksi gigi dapat mengganggu jalan napasKe IGD bila bengkak menyebar ke wajah atau leher, sulit menelan atau bernapas, air liur terus keluar, mulut hampir tidak dapat dibuka, demam tinggi, atau sangat lemah.

Pemeriksaan

Dokter gigi atau ortodontis menilai urutan tumbuh, ruang, posisi gigi susu, gusi, dan gigitan. Rontgen panoramik atau pencitraan tiga dimensi terpilih menunjukkan arah, akar, saraf, serta hubungan dengan gigi lain.

Pilihan penanganan

Gigi dapat dipantau, hambatan atau gigi susu dicabut, gigi impaksi dibuka bedah dan ditarik perlahan dengan behel, atau gigi diangkat. Tidak semua impaksi harus dicabut; keputusan mempertimbangkan gejala, kerusakan, kemungkinan keberhasilan, usia, dan risiko saraf.

Setelah tindakan

Ikuti perawatan luka, kebersihan, makanan lunak, dan kontrol ortodonti. Tarikan taring dapat memerlukan berbulan-bulan. Nyeri berat yang memburuk beberapa hari setelah pencabutan, demam, nanah, perdarahan menetap, atau mati rasa perlu dinilai.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada Nottingham University Hospitals, PMC — third molar retention space allocation. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.