Beranda/Darah dan Kekebalan Tubuh/Polio (Poliomyelitis)

Imunisasi dan Penyakit Menular

Polio (Poliomyelitis)

Polio adalah penyakit sangat menular akibat poliovirus. Kebanyakan infeksi tidak bergejala, tetapi virus dapat menyerang otak dan sumsum tulang belakang sehingga menyebabkan kelumpuhan permanen atau kematian. Selama virus masih beredar di dunia, perlindungan vaksin lengkap tetap penting.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 20 Agustus 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Polio (Poliomyelitis)

Orang tanpa gejala tetap dapat menularkan

Virus terutama menyebar fecal–oral melalui tangan, air atau makanan tercemar, dan dapat keluar dalam tinja berminggu-minggu. Sebagian mengalami demam, lelah, sakit tenggorok, mual atau sakit kepala. Meningitis aseptik lebih jarang; kelumpuhan layuh biasanya asimetris, sensasi relatif terjaga, dan dapat mengenai otot napas. Tidak setiap lumpuh layuh adalah polio.

Acute flaccid paralysis harus dilaporkan cepat

Kelemahan mendadak memerlukan pemeriksaan saraf dan koordinasi kesehatan masyarakat. Sampel feses—serta tenggorok sesuai protokol—diambil secepatnya untuk culture/PCR; CSF membantu menilai meningitis tetapi hasil negatif tidak selalu menolak. Guillain–Barré, transverse myelitis, enterovirus lain, botulism dan spinal cord disease perlu dibedakan. Jangan menunggu hasil sebelum melaporkan kasus yang dicurigai.

Kelemahan mendadak atau gangguan napas adalah daruratKe IGD segera bila anak atau dewasa mendadak sulit menggerakkan tungkai/lengan, refleks menurun, sulit menelan, suara melemah, napas pendek, atau demam dengan leher kaku. Beri tahu petugas tentang perjalanan, paparan, dan status imunisasi agar isolasi serta pelaporan cepat dilakukan.

Vaksin adalah perlindungan utama

IPV suntik tidak dapat menyebabkan polio dan melindungi dari kelumpuhan; OPV oral memberi kekebalan usus kuat dan digunakan dalam program tertentu, tetapi pada situasi sangat jarang virus vaksin dapat berubah dan beredar bila cakupan komunitas rendah. Ikuti jadwal Kementerian Kesehatan/layanan imunisasi yang berlaku dan lengkapi dosis tertinggal. Pelancong mungkin perlu booster atau bukti vaksin sesuai negara tujuan.

Tidak ada obat yang menghapus virus

Perawatan mendukung napas, nyeri, cairan, mencegah komplikasi imobilitas dan memulai physiotherapy/occupational therapy secara hati-hati. Survivors dapat mengalami post-polio syndrome puluhan tahun kemudian berupa kelemahan, fatigue dan nyeri baru; ini tidak menular dan memerlukan evaluasi karena penyebab lain juga mungkin. Sabun dan air penting karena alcohol hand rub tidak andal membunuh poliovirus.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO — poliomyelitis, CDC — about polio. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.