Orang tanpa gejala tetap dapat menularkan
Virus terutama menyebar fecal–oral melalui tangan, air atau makanan tercemar, dan dapat keluar dalam tinja berminggu-minggu. Sebagian mengalami demam, lelah, sakit tenggorok, mual atau sakit kepala. Meningitis aseptik lebih jarang; kelumpuhan layuh biasanya asimetris, sensasi relatif terjaga, dan dapat mengenai otot napas. Tidak setiap lumpuh layuh adalah polio.
Acute flaccid paralysis harus dilaporkan cepat
Kelemahan mendadak memerlukan pemeriksaan saraf dan koordinasi kesehatan masyarakat. Sampel feses—serta tenggorok sesuai protokol—diambil secepatnya untuk culture/PCR; CSF membantu menilai meningitis tetapi hasil negatif tidak selalu menolak. Guillain–Barré, transverse myelitis, enterovirus lain, botulism dan spinal cord disease perlu dibedakan. Jangan menunggu hasil sebelum melaporkan kasus yang dicurigai.
Vaksin adalah perlindungan utama
IPV suntik tidak dapat menyebabkan polio dan melindungi dari kelumpuhan; OPV oral memberi kekebalan usus kuat dan digunakan dalam program tertentu, tetapi pada situasi sangat jarang virus vaksin dapat berubah dan beredar bila cakupan komunitas rendah. Ikuti jadwal Kementerian Kesehatan/layanan imunisasi yang berlaku dan lengkapi dosis tertinggal. Pelancong mungkin perlu booster atau bukti vaksin sesuai negara tujuan.
Tidak ada obat yang menghapus virus
Perawatan mendukung napas, nyeri, cairan, mencegah komplikasi imobilitas dan memulai physiotherapy/occupational therapy secara hati-hati. Survivors dapat mengalami post-polio syndrome puluhan tahun kemudian berupa kelemahan, fatigue dan nyeri baru; ini tidak menular dan memerlukan evaluasi karena penyebab lain juga mungkin. Sabun dan air penting karena alcohol hand rub tidak andal membunuh poliovirus.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO — poliomyelitis, CDC — about polio. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



