Darah

Anemia Aplastik

Anemia aplastik adalah kelainan langka dan serius ketika sumsum tulang tidak menghasilkan cukup sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Akibatnya dapat terjadi anemia, infeksi, dan perdarahan sekaligus.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Anemia Aplastik

Mengapa ketiga jenis sel darah turun bersamaan

Pada kebanyakan kasus anemia aplastik, sistem imun tubuh sendiri secara keliru menyerang sel punca (stem cell) di sumsum tulang — sel induk yang seharusnya terus membelah diri untuk memproduksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit sekaligus. Sel T tertentu (terutama sel T CD8) yang salah arah mengenali sel punca ini sebagai ancaman dan melepaskan zat kimia (interferon-gamma dan TNF) yang memicu sel punca tersebut mati secara terprogram, sehingga pabrik produksi ketiga jenis sel darah ini berhenti bekerja bersamaan.

Inilah yang menjelaskan mengapa anemia aplastik berbeda dari kebanyakan gangguan darah lain yang biasanya hanya memengaruhi satu jenis sel darah — karena serangannya menyasar sel punca yang menjadi sumber ketiga jenis sel sekaligus, bukan sel darah yang sudah matang. Gejala kelelahan (dari sel darah merah rendah), infeksi berulang (dari sel darah putih rendah), dan mudah memar (dari trombosit rendah) karenanya cenderung muncul bersamaan, bukan satu per satu, mencerminkan sumber masalah yang sama di tingkat sel punca sumsum tulang.

Gejala

Lelah, pucat, sesak, atau berdebar berkaitan dengan sel darah merah rendah. Demam dan infeksi berulang dapat terjadi karena sel darah putih rendah, sedangkan mudah memar, mimisan, gusi berdarah, atau bintik merah kecil berkaitan dengan trombosit rendah.

Risiko infeksi dan perdarahanDemam, menggigil, sesak, perdarahan yang tidak berhenti, tinja hitam, muntah darah, sakit kepala hebat, kebingungan, atau kelemahan mendadak memerlukan pertolongan segera.

Penyebab

Kerusakan sel punca sumsum tulang sering berkaitan dengan proses autoimun. Obat tertentu, kemoterapi, radiasi, zat beracun, infeksi virus, kehamilan, atau kelainan bawaan juga dapat berperan; pada banyak orang penyebabnya tidak ditemukan.

Diagnosis

Hitung darah lengkap menunjukkan beberapa jenis sel darah rendah. Pemeriksaan retikulosit, tes untuk penyebab lain, dan biopsi sumsum tulang diperlukan untuk memastikan diagnosis serta membedakannya dari kelainan darah lain.

Pengobatan

Terapi disesuaikan dengan keparahan, usia, penyebab, dan donor. Pilihannya dapat mencakup transfusi, obat penekan sistem imun, obat pendukung pembentukan darah, serta transplantasi sel punca atau sumsum tulang.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada MedlinePlus, PMC — origins of T-cell-mediated autoimmunity in aplastic anaemia. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.