Seberapa umum, dan apa yang membuat neuron 'kelebihan muatan'
Epilepsi memengaruhi sekitar 70 juta orang di seluruh dunia—sekitar 1-2% populasi global—menjadikannya salah satu gangguan neurologis paling umum. Secara mendasar, epilepsi adalah gangguan keseimbangan listrik otak: neuron saling berkomunikasi lewat sinyal listrik yang normalnya diatur ketat oleh keseimbangan sinyal 'nyala' (eksitasi) dan 'padam' (inhibisi). Pada epilepsi, keseimbangan ini terganggu—baik karena kelainan saluran ion yang mengatur aliran listrik sel saraf (channelopathy), perubahan cara sel saraf saling terhubung, maupun peradangan saraf—sehingga sekelompok neuron menjadi terlalu mudah tereksitasi dan menembak sinyal listrik secara serentak dan tidak terkendali, itulah kejang.
Pemahaman ini menjelaskan mengapa obat antikejang bekerja dengan menstabilkan saluran ion atau memperkuat sinyal penghambat, bukan sekadar 'menenangkan' otak secara umum—setiap golongan obat menargetkan titik berbeda dalam mekanisme ketidakseimbangan listrik ini, itulah mengapa dokter sering perlu mencoba beberapa jenis obat untuk menemukan yang paling cocok dengan jenis kejang tertentu.
Diagnosis
Satu kejang akibat demam, gula rendah, infeksi, atau gangguan sementara belum tentu epilepsi. Dokter menilai cerita saksi, pemeriksaan saraf, EEG, pencitraan, dan tes darah untuk menentukan jenis serta penyebab kejang.
Pertolongan pertama
Lindungi kepala, jauhkan benda berbahaya, longgarkan pakaian leher, catat waktu, dan setelah sentakan berhenti miringkan tubuh bila aman. Tetap menemani hingga sadar penuh.
Yang tidak boleh dilakukan
Jangan menahan gerakan, memasukkan sendok atau benda ke mulut, memberi minum saat belum sadar, atau melakukan napas buatan selama orang masih bernapas. Mulut tidak perlu dibuka paksa dan lidah tidak akan tertelan.
Pengobatan dan keselamatan
Obat antikejang dipilih berdasarkan jenis kejang, usia, penyakit lain, dan kemungkinan kehamilan. Minum teratur dan jangan menghentikan mendadak. Diskusikan keselamatan saat mandi, berenang, memasak, bekerja di ketinggian, dan berkendara.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada World Health Organization, Pathophysiological Mechanisms Underlying Seizures and Epilepsy (NCBI Bookshelf). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



