Otak & Saraf

Afasia

Afasia adalah gangguan bahasa akibat kerusakan pada bagian otak yang mengatur komunikasi. Afasia memengaruhi berbicara, memahami, membaca, atau menulis, tetapi tidak berarti kecerdasan seseorang hilang.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Afasia

Mengapa lokasi kerusakan menentukan jenis gangguan bahasa

Sekitar 25-50% seluruh kasus stroke menyebabkan afasia, dengan sekitar 170.000 kasus baru terkait stroke tercatat setiap tahun di AS saja—jauh lebih umum daripada yang disadari kebanyakan orang. Bahasa diproses oleh jaringan otak yang terspesialisasi, dengan dua area kunci yang letaknya berjauhan namun saling terhubung di belahan otak kiri: area Broca di bagian depan mengatur produksi bicara dan tata bahasa, sedangkan area Wernicke di bagian belakang lebih dekat telinga mengatur pemahaman makna.

Inilah yang menjelaskan mengapa pola afasia bisa sangat berbeda tergantung lokasi kerusakan: kerusakan area Broca (sekitar 12-18% kasus stroke) menghasilkan bicara terbata-bata dan pendek tetapi pemahaman relatif terjaga, sedangkan kerusakan area Wernicke (sekitar 15-25% kasus) justru sebaliknya—bicara lancar dan mengalir tetapi sering tidak masuk akal, karena pemahaman makna kata yang terganggu. Mengetahui bahwa kedua pola ini berasal dari kerusakan pada titik berbeda dalam jaringan yang sama membantu menjelaskan mengapa terapi wicara-bahasa harus disesuaikan dengan pola spesifik afasia seseorang, bukan pendekatan satu ukuran untuk semua.

Bentuk gejala

Seseorang dapat sulit menemukan kata, berbicara dengan kalimat pendek atau tidak lancar, memakai kata yang keliru, tidak memahami percakapan, atau kesulitan membaca dan menulis. Polanya bergantung pada lokasi kerusakan otak.

Kenali strokeWajah mencong, kelemahan atau baal satu sisi, bicara mendadak pelo atau sulit menemukan kata, kehilangan penglihatan, atau sakit kepala hebat mendadak membutuhkan ambulans dan IGD segera.

Penyebab

Stroke adalah penyebab paling umum. Cedera kepala, tumor, infeksi otak, dan penyakit neurodegeneratif juga dapat menyebabkan afasia. Gangguan bicara mendadak harus dianggap sebagai stroke sampai terbukti sebaliknya.

Pemeriksaan dan terapi

Pemeriksaan saraf dan pencitraan mencari penyebab, sedangkan terapis wicara dan bahasa menilai kemampuan komunikasi. Rehabilitasi membantu memulihkan atau mengembangkan strategi alternatif; perbaikan sering paling cepat pada bulan-bulan awal tetapi dapat berlanjut.

Mendukung komunikasi

Bicara secara alami dengan kalimat jelas, kurangi kebisingan, beri waktu menjawab, gunakan tulisan atau gambar, dan konfirmasi maksud tanpa berpura-pura memahami. Libatkan orang tersebut dalam percakapan dan keputusan.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, Aphasia (StatPearls), Wernicke Aphasia (StatPearls). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.