Mengapa terkait erat dengan kanker serviks dan vulva
Sekitar 75% kanker vagina disebabkan oleh infeksi HPV risiko tinggi yang menetap, mekanisme yang identik dengan kanker serviks: virus melumpuhkan protein p53 dan Rb yang mengerem pembelahan sel, membuat sel vagina berubah bertahap dari normal menjadi prakanker lalu kanker invasif. Inilah mengapa riwayat lesi prakanker atau kanker serviks dan vulva menjadi faktor risiko utama — bukan kebetulan, melainkan karena area genital bawah berbagi jenis sel skuamosa yang sama-sama rentan terhadap infeksi HPV yang menetap.
Kanker vagina primer sendiri tergolong sangat langka justru karena definisinya ketat: kanker yang menyebar dari serviks, vulva, atau organ panggul lain ke vagina tidak dihitung sebagai kanker vagina primer, sehingga diagnosis memerlukan pemastian bahwa tumor benar-benar berasal dari jaringan vagina itu sendiri, bukan perluasan dari organ tetangga.
Gejala dan risiko
Perdarahan setelah hubungan, di antara haid atau setelah menopause, cairan berdarah atau berbau, benjolan, nyeri panggul atau hubungan, nyeri kencing, konstipasi, atau rasa penuh dapat terjadi. HPV, usia, riwayat lesi atau kanker serviks dan vulva, merokok, serta imunitas lemah meningkatkan risiko.
Diagnosis
Pemeriksaan panggul, spekulum, kolposkopi, dan biopsi memastikan lokasi serta tipe. Patologi perlu membedakan kanker primer dari penyebaran organ lain. MRI, CT atau PET-CT, sistoskopi, atau proktoskopi dipilih untuk menilai vagina, kelenjar, kandung kemih, rektum, dan penyebaran.
Terapi
Radioterapi eksternal dan brachytherapy merupakan terapi utama banyak stadium, kadang dengan kemoterapi. Lesi sangat dini tertentu dapat diangkat atau dilaser, sedangkan operasi lebih besar digunakan terpilih. Rencana bergantung bagian vagina, stadium, operasi dan radiasi sebelumnya, organ sekitar, serta tujuan pasien.
Pencegahan dan pemulihan
Vaksin HPV mengurangi infeksi penyebab banyak kasus tetapi tidak mengobati kanker yang ada. Berhenti merokok dan tindak lanjut lesi HPV penting. Setelah terapi, tim menangani penyempitan atau kering vagina, fungsi seksual, kandung kemih, usus, limfedema, tulang, dan menopause.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Cancer Institute, NCI — HPV and Cancer. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



