Mengapa menyerang pria muda secara khas
Hampir semua kanker testis berasal dari sel germinal, sel penghasil sperma, yang mengalami kelainan perkembangan sejak sebelum kelahiran. Sel-sel ini gagal matang secara normal dan tetap dalam kondisi menyerupai sel embrionik yang disebut neoplasia sel germinal in situ, sebuah lesi prakanker tersembunyi yang dapat menetap bertahun-tahun sebelum sekitar separuh penderitanya berkembang menjadi kanker invasif dalam waktu 5 tahun. Inilah mengapa kanker ini sangat khas menyerang pria muda usia 15-45 tahun, berbeda dari kebanyakan kanker lain yang meningkat seiring usia lanjut.
Pada testis yang tidak turun sempurna ke skrotum (kriptorkismus), suhu yang lebih tinggi di dalam rongga perut dibanding skrotum mengganggu proses kematian sel terprogram yang normalnya membersihkan sel germinal abnormal, sehingga sebagian sel yang seharusnya mati justru bertahan dan berpotensi menjadi kanker — kondisi ini menjelaskan sekitar 10% dari seluruh kasus kanker testis. Klasifikasi seminoma versus nonseminoma sendiri mencerminkan pola kerusakan kromosom yang berbeda, dengan hampir semua tumor jenis ini membawa salinan tambahan materi genetik dari lengan pendek kromosom 12, sebuah penanda genetik yang konsisten ditemukan pada hampir seluruh kasus.
Gejala dan risiko
Benjolan biasanya tidak nyeri, pembesaran atau pengecilan testis, rasa berat, nyeri tumpul selangkangan, cairan skrotum, nyeri payudara, batuk atau nyeri punggung dapat terjadi. Testis tidak turun, riwayat kanker testis, dan keluarga meningkatkan risiko, tetapi banyak pasien tanpa faktor.
Diagnosis yang benar
Pemeriksaan dan USG membedakan massa dalam testis dari epididimis atau hidrokel. AFP, beta-hCG, dan LDH diukur sebelum serta setelah terapi, tetapi normal tidak menyingkirkan kanker. Massa mencurigakan biasanya diangkat melalui sayatan selangkangan; biopsi jarum lewat skrotum dihindari karena mengubah jalur penyebaran.
Terapi
Orkidektomi inguinal memberi diagnosis dan terapi awal. Patologi, penanda, CT, dan lokasi penyebaran menentukan surveillance, kemoterapi, radioterapi untuk seminoma tertentu, atau operasi kelenjar retroperitoneal. Prostesis testis opsional dan satu testis sehat umumnya cukup untuk hormon.
Kesuburan dan tindak lanjut
Simpan sperma sebelum kemoterapi, radiasi, atau operasi tertentu bila memungkinkan. Tindak lanjut terjadwal dengan pemeriksaan, penanda, dan pencitraan sangat penting terutama bila memilih surveillance. Bahas testosteron, kesuburan, jantung, saraf, pendengaran, ginjal, dan kanker kedua.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Cancer Institute — diagnosis, NCI — overview, PMC — origin of testicular germ cell tumors. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



