Beranda/Kanker/Kanker Kandung Kemih

Kanker Urologi

Kanker Kandung Kemih

Darah pada urine, meski hanya sekali dan tanpa nyeri, adalah gejala tersering kanker kandung kemih tetapi juga dapat berasal dari infeksi atau batu. Diagnosis memerlukan melihat kandung kemih dengan sistoskopi dan mengambil jaringan, bukan hanya tes urine atau USG.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Kanker Kandung Kemih

Mengapa kandung kemih sangat rentan terhadap rokok

Kandung kemih berfungsi menampung urine dalam waktu lama di antara waktu berkemih, sehingga lapisan sel yang membatasinya (urotelium) terpapar zat kimia dalam urine secara terus-menerus dan dalam konsentrasi tinggi. Asap rokok mengandung lebih dari 62 zat karsinogenik yang diketahui menyebabkan kanker kandung kemih, dan setelah dihirup, sebagian zat ini disaring oleh ginjal ke dalam urine sehingga lapisan kandung kemih terpapar langsung zat perusak DNA tersebut selama berjam-jam setiap harinya.

Rokok merupakan faktor risiko yang dapat diubah paling penting untuk kanker ini, bertanggung jawab atas sekitar 50% kasus pada pria dan 30% pada wanita, dengan perokok memiliki risiko sekitar 3-4 kali lipat dibanding bukan perokok. Risiko memang menurun setelah berhenti merokok, tetapi tidak pernah kembali serendah orang yang tidak pernah merokok sama sekali, karena sebagian perubahan genetik akibat paparan bertahun-tahun bersifat menetap pada sel urotelium.

Gejala dan risiko

Urine merah, karat, atau darah mikroskopis; sering, mendesak, atau nyeri kencing dapat terjadi. Stadium lanjut dapat menyebabkan tidak bisa kencing, nyeri pinggang atau tulang, bengkak kaki, dan berat turun. Merokok adalah risiko utama; pewarna, karet, dan bahan kerja tertentu juga berperan.

Gumpalan darah dan tidak bisa kencing perlu IGDKe IGD bila tidak dapat kencing, keluar gumpalan banyak, perdarahan disertai pusing atau lemah, nyeri pinggang dengan demam, atau setelah terapi muncul demam tinggi, menggigil, sesak, atau kebingungan.

Diagnosis dan pengelompokan

Urinalisis menilai darah dan infeksi; sitologi atau penanda urine hanya tambahan. CT urogram memeriksa saluran kemih. Sistoskopi dan reseksi transuretra tumor kandung kemih atau TURBT memberi jaringan, grade, dan apakah otot terlibat. Patologi membedakan non-muscle-invasive dan muscle-invasive.

Terapi

Kanker non-muscle-invasive ditangani TURBT, kadang pengulangan, lalu obat intravesikal seperti kemoterapi atau BCG berdasarkan risiko. Penyakit yang masuk otot sering memerlukan kemoterapi sebelum sistektomi dan pengalihan urine, atau kemoradiasi untuk mempertahankan kandung kemih pada pasien terpilih.

Penyakit lanjut dan tindak lanjut

Kemoterapi, imunoterapi, antibody-drug conjugate, atau terapi target digunakan sesuai stadium dan biomarker. Kekambuhan di kandung kemih sering terjadi, sehingga sistoskopi, sitologi, dan pencitraan berkala penting. Berhenti merokok dan rencana perawatan stoma atau neobladder mendukung hasil.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Cancer Institute — diagnosis, NCI — treatment, PMC — bladder cancer carcinogens. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.