Beranda/Kanker/Kanker Prostat

Kanker Urologi

Kanker Prostat

Kanker prostat berkisar dari tumor lambat yang tidak pernah mengancam jiwa hingga penyakit agresif. PSA dapat naik karena pembesaran jinak, radang, prosedur, atau kanker; hasil abnormal perlu dikonfirmasi dan dinilai bersama risiko, MRI, serta biopsi—bukan langsung dianggap kanker.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Kanker Prostat

Mengapa hormon pria menjadi kunci sekaligus target terapi

Sel prostat, baik normal maupun kanker, sangat bergantung pada hormon testosteron untuk tumbuh. Testosteron bebas diserap sel prostat lalu diubah menjadi dihidrotestosteron yang jauh lebih kuat, yang kemudian menempel pada reseptor androgen di dalam sel dan menyalakan gen-gen yang mendorong sel membelah — termasuk gen penghasil PSA itu sendiri, itulah sebabnya kadar PSA berkorelasi dengan aktivitas hormonal prostat, bukan murni ukuran keganasan. Karena hampir semua kanker prostat pada tahap awal bergantung penuh pada androgen untuk bertahan hidup, menghentikan pasokan hormon ini menjadi dasar terapi penyakit lanjut.

Namun seiring waktu, sebagian sel kanker dapat berevolusi menemukan cara bertahan hidup meski hormon ditekan habis, kondisi yang disebut kanker prostat resisten kastrasi dan memerlukan pendekatan obat generasi baru. Risiko kanker prostat sendiri meningkat seiring usia meski kadar testosteron justru menurun (sekitar 16% pria usia 40-49 tahun mengalami defisiensi androgen parsial, naik menjadi sekitar 26% pada usia 80 tahun ke atas) — paradoks ini menunjukkan bahwa akumulasi kerusakan genetik sel prostat selama bertahun-tahun berperan lebih besar daripada sekadar kadar hormon absolut.

Skrining sebagai keputusan bersama

PSA dapat menemukan kanker lebih awal tetapi juga menyebabkan hasil palsu, biopsi, overdiagnosis, dan terapi yang tidak perlu. Waktu mulai dan berhenti bergantung usia, harapan hidup, riwayat keluarga, keturunan, dan preferensi. Diskusikan manfaat serta dampak inkontinensia dan fungsi seksual.

Retensi urine atau tekanan saraf adalah daruratKe IGD bila tidak bisa kencing, kaki melemah atau kebas, baal selangkangan, kehilangan kontrol urine atau tinja, nyeri punggung berat baru, demam setelah biopsi, atau darah dan gumpalan yang menyumbat urine.

Diagnosis dan risiko

PSA ulang, pemeriksaan prostat, kalkulator risiko, biomarker tambahan, dan MRI multiparametrik membantu menentukan biopsi transperineal atau transrektal. Patologi memberi Grade Group; CT, MRI, bone scan, atau PSMA PET dipilih untuk stadium. Infeksi setelah biopsi memerlukan pertolongan cepat.

Penyakit lokal

Active surveillance dengan PSA, pemeriksaan, MRI, dan biopsi ulang cocok untuk banyak kanker risiko rendah. Pilihan kuratif lain adalah prostatektomi atau radioterapi eksternal dan brachytherapy, kadang bersama terapi hormon. Setiap pilihan memiliki risiko kencing, ereksi, usus, dan komplikasi lain.

Penyakit lanjut

Terapi penurunan androgen menjadi dasar dan dapat dikombinasikan obat hormon generasi baru, kemoterapi, PARP inhibitor untuk perubahan gen tertentu, radioligand, atau radioterapi. Kesehatan tulang, jantung, metabolik, hot flashes, otot, dan suasana hati harus dipantau.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Cancer Institute — screening, PMC — mechanisms of androgen-independent prostate cancer. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.