Mengapa hampir selalu berawal dari HPV
Sistem imun berhasil membersihkan sebagian besar infeksi HPV dalam waktu 8-10 bulan tanpa menimbulkan masalah. Namun pada sekitar 10-15% orang, infeksi HPV risiko tinggi menetap bertahun-tahun di sel leher rahim. Selama menetap, virus ini menyisipkan materi genetiknya ke dalam sel dan mengganggu protein pengatur pembelahan sel (p53 dan Rb), sehingga sel leher rahim mulai berubah bentuk secara bertahap dari sel normal menjadi sel prakanker, dan pada sebagian kecil kasus akhirnya menjadi kanker invasif setelah bertahun-tahun.
Proses bertahap inilah yang membuat kanker serviks salah satu kanker yang paling dapat dicegah: sekitar 95% kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV risiko tinggi yang menetap, dengan HPV tipe 16 dan 18 saja bertanggung jawab atas lebih dari 70% kasus di seluruh dunia. Karena perubahan sel berlangsung perlahan selama bertahun-tahun sebelum menjadi kanker, skrining rutin dapat menangkap perubahan prakanker jauh sebelum muncul gejala.
HPV dan pencegahan
HPV sangat umum dan kebanyakan infeksi hilang sendiri; hasil positif bukan bukti perselingkuhan atau kanker. Vaksin paling efektif sebelum paparan tetapi dapat tetap bermanfaat sesuai usia dan program. Kondom menurunkan risiko namun tidak melindungi seluruh kulit yang terpapar; berhenti merokok juga membantu.
Skrining bukan tes gejala
Tes DNA HPV, IVA, dan Pap smear mencari infeksi berisiko atau perubahan prakanker sebelum keluhan muncul. Jadwal dan metode mengikuti usia, hasil sebelumnya, imunitas, serta pedoman Indonesia. Mulai 2026, skrining DNA HPV diperluas melalui program Cek Kesehatan Gratis dengan tindak lanjut hasil positif.
Gejala dan diagnosis
Perdarahan setelah hubungan seksual, di antara haid atau setelah menopause, keputihan berair atau berbau, nyeri panggul, dan nyeri saat berhubungan perlu diperiksa. Skrining abnormal bukan diagnosis kanker; kolposkopi dan biopsi dapat diperlukan untuk memastikan dan menentukan langkah berikutnya.
Pengobatan
Lesi prakanker dapat ditangani sebelum menjadi kanker. Terapi kanker bergantung stadium, ukuran, penyebaran, kondisi pasien, dan rencana kesuburan; pilihannya termasuk operasi, radioterapi dengan atau tanpa kemoterapi, serta terapi sistemik pada penyakit lanjut.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO, Kementerian Kesehatan RI - CKG 2026, NCI — cervical cancer causes. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



