Beranda/Kanker/Kanker Paru-paru

Kanker Paru

Kanker Paru-paru

Kanker paru terutama dibagi menjadi non-small cell lung cancer dan small cell lung cancer dengan terapi berbeda. Rontgen atau CT dapat menemukan massa, tetapi jaringan diperlukan untuk menentukan tipe; pada NSCLC lanjut, biomarker molekuler dan PD-L1 sangat penting sebelum terapi sistemik.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Kanker Paru-paru

Mengapa perokok dan bukan perokok memiliki kanker paru yang berbeda

Asap rokok mengandung zat karsinogen seperti NNK yang secara langsung merusak DNA sel paru dan memicu mutasi gen KRAS, salah satu gen pemicu kanker yang paling sering ditemukan pada kanker paru perokok. Nikotin sendiri turut mendorong sel tumbuh dan membentuk pembuluh darah baru lewat berbagai jalur sinyal, mempercepat pertumbuhan tumor begitu mutasi terjadi.

Menariknya, kanker paru pada orang yang tidak pernah merokok (sekitar 10-15% kasus kanker paru) memiliki profil genetik yang berbeda, jauh lebih sering didorong oleh mutasi gen EGFR dibanding KRAS, sebuah pola yang hampir saling eksklusif satu sama lain. Perbedaan ini bukan sekadar catatan genetik: karena EGFR dan mutasi lain seperti itu dapat ditarget dengan obat spesifik, tes biomarker menjadi wajib pada kanker paru non-small cell nonskuamosa lanjut, apa pun riwayat merokok pasien, karena hasil tes menentukan apakah terapi target tersedia sebagai pilihan yang jauh lebih efektif dibanding kemoterapi standar.

Gejala dan skrining

Batuk baru atau memburuk, darah pada dahak, nyeri dada, sesak, mengi, suara serak, pneumonia berulang, berat turun, lelah, atau wajah dan leher bengkak dapat terjadi. Skrining menggunakan CT dosis rendah hanya untuk kelompok usia dan riwayat merokok tertentu; rontgen bukan tes skrining efektif.

Batuk darah banyak atau sesak berat adalah daruratKe IGD bila batuk darah lebih dari bercak, sesak mendadak atau berat, bibir kebiruan, nyeri dada, pingsan, wajah atau leher membengkak cepat, kelemahan satu sisi, kejang, atau demam saat neutropenia.

Diagnosis dan stadium

CT menilai tumor dan kelenjar; PET-CT, MRI otak, dan tes lain menilai penyebaran. Bronkoskopi, EBUS, jarum transthorakal, cairan pleura, atau operasi memperoleh jaringan dengan cara paling aman sekaligus informatif. Patologi, stadium, fungsi paru, dan kondisi umum memandu terapi.

Biomarker dan terapi

NSCLC nonskuamosa dan kasus tertentu diperiksa untuk perubahan seperti EGFR, ALK, ROS1, BRAF, KRAS, MET, RET, NTRK, HER2 serta PD-L1. Stadium dini dapat dioperasi atau diradiasi; kemoterapi, terapi target, imunoterapi, kemoradiasi, dan kombinasi dipilih menurut tipe, stadium, serta biomarker.

Perawatan menyeluruh

Berhenti merokok tetap bermanfaat setelah diagnosis dan tidak boleh menjadi sumber stigma. Rehabilitasi paru, nutrisi, pengendalian nyeri, cairan pleura, batuk, sesak, kecemasan, serta perawatan paliatif dini meningkatkan kualitas hidup. Tinjau interaksi suplemen dengan terapi.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Cancer Institute, NCI — biomarker testing, Frontiers — genetic differences smokers vs never-smokers. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.