Beranda/Kanker/Kanker Lidah

Kanker Kepala dan Leher

Kanker Lidah

Kanker pada dua pertiga depan lidah termasuk kanker rongga mulut, sedangkan pangkal lidah termasuk orofaring dan lebih sering terkait HPV. Luka atau benjolan yang tidak sembuh, terutama lebih dari sekitar dua minggu, perlu pemeriksaan dan biopsi.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Kanker Lidah

Mengapa lokasi di lidah menentukan penyebabnya

Kanker lidah sebenarnya dua penyakit berbeda tergantung lokasinya. Kanker pada dua pertiga depan lidah (bagian yang bisa dijulurkan) tergolong kanker rongga mulut dan penyebab utamanya sama seperti kanker gusi: paparan berulang tembakau, sirih/pinang, dan alkohol yang merusak sel skuamosa secara langsung selama bertahun-tahun. Sebaliknya, kanker pada pangkal lidah (bagian belakang yang menyatu dengan tenggorokan) tergolong kanker orofaring dan jauh lebih sering dipicu oleh infeksi HPV risiko tinggi yang menetap, mekanisme yang sama seperti yang memicu kanker serviks dan anus.

Perbedaan penyebab ini penting secara klinis: kanker orofaring terkait HPV umumnya menyerang orang yang lebih muda tanpa riwayat merokok berat, dan cenderung merespons terapi lebih baik dibanding kanker rongga mulut terkait tembakau pada usia yang sama. Karena itu, tes status HPV pada tumor menjadi bagian penting evaluasi kanker pangkal lidah untuk memperkirakan prognosis dan menyesuaikan intensitas terapi.

Gejala

Ulkus, bercak merah atau putih, penebalan, perdarahan, nyeri atau baal lidah, sulit menggerakkan lidah, bicara berubah, sulit mengunyah atau menelan, nyeri telinga satu sisi, bau mulut, dan benjolan leher dapat terjadi. Lesi awal bisa kecil dan tidak nyeri.

Jalan napas dan perdarahan harus dilindungiKe IGD bila sulit bernapas, tidak dapat menelan ludah, lidah atau leher bengkak cepat, perdarahan tidak berhenti, tersedak berulang, dehidrasi, atau demam saat imunitas lemah.

Risiko dan diagnosis

Tembakau, pinang atau sirih, alkohol, dan kebersihan mulut buruk meningkatkan kanker rongga mulut; HPV terutama terkait kanker pangkal lidah. Dokter gigi atau THT memeriksa mulut dan leher, endoskopi bila perlu, lalu biopsi. CT, MRI, PET-CT, dan tes HPV membantu stadium.

Terapi

Kanker lidah oral sering ditangani operasi dengan rekonstruksi dan evaluasi kelenjar leher, ditambah radioterapi atau kemoterapi berdasarkan stadium dan patologi. Kanker pangkal lidah dapat memakai radioterapi dengan kemoterapi atau operasi terpilih. Tim menjaga kontrol kanker sekaligus bicara dan menelan.

Rehabilitasi

Penilaian gigi sebelum radiasi, terapi menelan dan bicara, nutrisi, latihan rahang, pengelolaan mulut kering, serta berhenti tembakau dan alkohol penting. Jangan menghindari makan sampai berat turun; dietisien dapat menyesuaikan tekstur dan mempertimbangkan selang sementara.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Cancer Institute, NCI — head and neck cancers, NCI — HPV and Cancer. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.