Beranda/Kanker/Kanker Gusi

Kanker Kepala dan Leher

Kanker Gusi

Kanker gusi termasuk kanker rongga mulut dan paling sering berupa karsinoma sel skuamosa. Sariawan, radang gusi, atau trauma lebih umum, tetapi luka, benjolan, bercak, atau perdarahan yang tidak membaik dalam sekitar dua minggu harus diperiksa dan mungkin dibiopsi.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Kanker Gusi

Mengapa seluruh rongga mulut berisiko, bukan hanya satu titik

Lebih dari 90% kanker gusi dan rongga mulut lainnya adalah karsinoma sel skuamosa yang muncul ketika paparan berulang zat karsinogenik dari tembakau, sirih atau pinang, dan alkohol terus-menerus merusak sel skuamosa yang melapisi mulut. Pada pengunyah sirih/pinang, zat aktif seperti arekolin memicu kerusakan DNA dan peradangan kronis di seluruh area yang terpapar, bukan hanya satu titik, sebuah fenomena yang disebut field cancerization: banyak area mulut mengalami perubahan pra-kanker secara bersamaan sehingga lesi baru dapat muncul di lokasi berbeda meski satu tumor sudah diangkat.

Kebiasaan mengunyah pinang dipraktikkan oleh sekitar 600 juta orang di dunia, terutama Asia Selatan dan Tenggara, dan kanker rongga mulut menyumbang sekitar 35-40% dari seluruh kanker di India, jauh lebih tinggi dibanding sekitar 2-4% di negara Barat — perbedaan besar ini sebagian besar mencerminkan perbedaan prevalensi mengunyah tembakau dan pinang antarwilayah.

Tanda yang perlu dinilai

Bercak putih atau merah, penebalan, ulkus, gusi mudah berdarah, nyeri atau baal, gigi tiba-tiba goyang, rahang bengkak, gigi palsu berubah pas, sulit mengunyah, atau kelenjar leher dapat terjadi. Lesi awal kadang tidak nyeri.

Gangguan napas atau perdarahan berat perlu IGDKe IGD bila mulut atau leher membengkak cepat, sulit bernapas atau menelan ludah, perdarahan tidak berhenti, tidak mampu minum, demam saat imunitas lemah, atau nyeri hebat setelah terapi.

Risiko dan diagnosis

Tembakau dalam semua bentuk, pinang atau sirih, alkohol, kebersihan mulut buruk, dan sebagian paparan meningkatkan risiko; HPV lebih kuat terkait orofaring daripada gusi. Pemeriksaan mulut dan leher diikuti biopsi. CT, MRI, PET-CT, dan pemeriksaan gigi membantu stadium serta rencana.

Terapi multidisiplin

Operasi mengangkat tumor dengan margin dan kadang tulang atau kelenjar leher; radioterapi dan kemoterapi ditambahkan menurut stadium dan faktor patologi. Rekonstruksi menjaga bentuk dan fungsi. Sebelum radiasi, kesehatan gigi perlu ditangani untuk menurunkan infeksi dan kerusakan tulang rahang.

Pemulihan dan pencegahan

Terapi bicara, menelan, gizi, kebersihan mulut, pengelolaan mulut kering, dan kontrol nyeri penting. Berhenti tembakau dan pinang serta membatasi alkohol menurunkan risiko kanker kedua. Tindak lanjut memeriksa kekambuhan, gigi, nutrisi, dan fungsi.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Cancer Institute, NCI — head and neck cancers, PMC — betel nut carcinogenesis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.