Beranda/Kanker/Kanker Laring

Kanker Kepala dan Leher

Kanker Laring

Kanker laring tumbuh pada kotak suara yang mengatur suara, napas, dan perlindungan jalan napas saat menelan. Sebagian besar adalah karsinoma sel skuamosa. Tumor pita suara sering menyebabkan serak lebih awal, sedangkan tumor supraglottis dapat baru tampak sebagai nyeri menelan atau kelenjar leher.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Kanker Laring

Mengapa rokok dan alkohol saling melipatgandakan risiko

Zat karsinogen dalam asap rokok merusak DNA sel yang melapisi laring secara langsung di setiap tahap pembentukan kanker, sedangkan alkohol sendiri umumnya tidak merusak DNA laring secara langsung, melainkan bertindak sebagai pelarut dan iritan yang membuat lapisan sel laring lebih mudah ditembus oleh karsinogen dari asap rokok. Karena mekanisme keduanya saling melengkapi bukan sekadar bertumpuk, kombinasi merokok dan minum alkohol berat menghasilkan risiko yang berlipat ganda (multiplikatif), bukan sekadar dijumlahkan — penelitian menemukan risiko gabungan dapat mencapai lebih dari seratus kali lipat dibanding orang yang tidak merokok maupun minum alkohol.

Inilah mengapa berhenti salah satu kebiasaan saja memberi manfaat besar, dan berhenti keduanya sekaligus menurunkan risiko jauh lebih tajam dibanding memperkirakan efeknya secara terpisah. Fakta ini juga menjelaskan mengapa berhenti merokok tetap dianjurkan bahkan setelah diagnosis kanker laring ditegakkan: mengurangi paparan karsinogen yang tersisa dapat memengaruhi respons terhadap radioterapi dan risiko kanker kedua di area kepala-leher lainnya.

Gejala dan risiko

Suara serak menetap, sakit tenggorok, nyeri telinga satu sisi, sulit atau nyeri menelan, tersedak, napas berbunyi, sesak, batuk darah, berat turun, dan benjolan leher perlu dinilai. Tembakau dan alkohol meningkatkan risiko serta mengurangi hasil terapi; berhenti tetap bermanfaat setelah diagnosis.

Stridor atau sulit bernapas adalah daruratKe IGD bila napas berbunyi keras, sesak memburuk, tidak dapat menelan air liur, batuk darah banyak, bibir kebiruan, atau stoma tersumbat. Suara serak lebih dari tiga minggu, terutama pada perokok, memerlukan pemeriksaan ENT tanpa menunggu nyeri.

Diagnosis dan stadium

ENT memeriksa dengan laringoskop fleksibel lalu biopsi di bawah anestesi bila perlu. CT atau MRI menilai kartilago dan jaringan, PET-CT serta sampling kelenjar mencari penyebaran. Stadium, bagian laring, gerak pita suara, paru, nutrisi, pendengaran, ginjal, bicara, dan kemampuan menelan memandu rencana.

Terapi dan fungsi

Kanker awal dapat ditangani operasi endoskopik atau radioterapi; sebagian memakai laringektomi parsial. Penyakit lanjut dapat memakai kemoradiasi untuk preservasi laring atau laringektomi total dengan atau tanpa terapi tambahan. Laring yang tetap anatomis tidak selalu berfungsi aman, sehingga aspirasi, suara, dan napas dinilai.

Setelah laringektomi atau radiasi

Setelah laringektomi total, napas berlangsung permanen melalui stoma leher dan suara dipulihkan dengan prostesis trakeoesofageal, electrolarynx, atau esophageal speech. Terapi bicara-telan, perawatan stoma, rehabilitasi paru, gigi, tiroid, nutrisi, bahu, mood, dan komunikasi darurat sangat penting.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Cancer Institute, PMC — cancer risk from alcohol and tobacco, upper aerodigestive tract. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.